Suara.com - Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, itu artinya, Agustinus Gusti Nugroho yang akrab disapa Nugie telah menghabiskan tiga jam lebih membagikan pengalamannya pada kegiatan konservasi lingkungan.
Sore itu, ia memang tengah terlibat dan menjadi salah satu pembicara inti dalam acara peluncuran buku mengenai primata langka dari Pulau Borneo--Bekantan, yang digelar beberapa waktu lalu.
Tak lama setelah diskusi publik selesai, Suara.com menghampiri Nugie untuk mengulik lebih dalam mengenai aktivitas dari adik kandung Kanton Bagaskara itu di bidang pelestarian lingkungan hidup.
Nugie mengungkapkan telah didaulat menjadi Suporter Kehormatan WWF sejak 1998. "Dari WWF belum ada di Indonesia dan masih disebut Indonesian Program," kata lelaki kelahiran 31 Agustus 1971 kepada Suara.com.
Bak pucuk dicinta ulam tiba, Nugie menyambut gembira pinangan WWF kala itu. Katanya, secara naluriah ia memang sudah memiliki kepedulian yang sama.
Hal tersebut juga tercermin lewat judul album trilogi yang Nugie luncurkan yaitu Bumi, Air, dan Udara. "Ketertarikan itu (pada alam) memang sudah lama, karena panggilan. Teman-teman dari WWF kemudian merespon," ceritanya.
Sebagai seorang figur publik, Nugie tak hanya disibukkan dengan kegiatan normatif seperti kunjungan dan diskusi mengenai konservasi. Ia juga dituntut mengerti dan terjun langsung ke lapangan.
Nugie bercerita, selama enam bulan penuh harus kembali belajar untuk mengetahui seluk beluk konservasi di Indonesia dengan segala macam potensi dan permasalahnya.
"Saya juga sekolah di (Taman Nasional) Ujung Kulon. Itu untuk mengenalkan susahnya (konservasi), mengamati habitat yang masih alami namun tidak berkecukupan dengan fasilitas," kata pelantun lagu Burung Gereja itu.
Baca Juga: Apa Kata Dunia Medis Soal Khasiat Kencing Unta?
Hampir 20 tahun bergelut di bidang pelestarian lingkungan, Nugie pun secara perlahan mulai menerapkan banyak hal 'ramah lingkungan' pada aktivitas sehari-harinya.
Ia sadar, banyak kebiasaan kecil yang sudah sangat lumrah dilakukan, tapi berdampak besar pada kerusakan lingkungan.
Salah satunya dan tentu saja adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan yang sudah kadung mendarah daging di sebagian besar masyarakat Indonesia.
"Kegiatan kita menyampah, luar biasa (parah). Kita tidak bisa menyetop, tapi mengurangi boleh dong," terang Nugie.
Pun kata dia, masyarakat perlu berpikir dua kali untuk membeli sesuatu yang sifatnya instan. "Karena apa yang kita pakai bisa kita perbaiki untuk mengurangi sampah," jelas Nugie.
Maka dari itu, ia rajin mengkampanyekan gerakan Belilah yang baik di mana gaya hidup urban sangat berkontribusi dengan apa yang kita beli, serta kaitannya dengan pelestarian lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat
-
Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran
-
Jadwal Lengkap Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow Tol Arus Balik Lebaran 2026
-
Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?
-
8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran
-
7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel
-
7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Anak Usia 12 Tahun yang Aman
-
10 Sepatu Adidas Diskon di Sneakers Dept, Seri Samba Jadi Ratusan Ribu Rupiah
-
Tak Banyak yang Tahu! Diam-diam Spons Cuci Piring Melepaskan Mikroplastik: Adakah Solusinya?