Suara.com - Gejala keracunan makanan tak selalu berupa mual, muntah, dan sakit perut, tetapi ada pula yang berupa kerontokan rambut.
Dua kasus perempuan mengalami rambut rontok setelah mengonsumsi tanaman dari keluarga cucurbit atau sejenis labu baru-baru ini dilaporkan terjadi di Rumah Sakit Saint Louis di Paris. Tanaman dari keluarga cucurbit ini termasuk melon, labu pumpkin, labu squash, dan mentimun.
Dalam laporan yang diterbitkan oleh Journal of American Medical Association, dua kasus terpisah tentang keracunan makanan keluarga labu ini mengakibatkan kerontokan rambut atau kebotakan.
Dalam kasus pertama, seorang perempuan dewasa mulai menderita masalah pencernaan termasuk mual, muntah, dan diare satu jam setelah makan sup labu pahit.
Anggota keluarganya yang makan sup labu yang sama juga dilaporkan menderita masalah perut yang sama. Namun, perempuan ini menjadi satu-satunya yang mengalami kerontokan rambut di kepala dan daerah kemaluannya lebih dari seminggu kemudian karena ia mengonsumsi sup labu paling banyak.
Selain kehilangan rambutnya, ia juga mengalami trichorrhexis nodosa, suatu kondisi yang membuat kondisi rambut menjadi lebih rapuh dan rentan patah.
Syukurlah, dua bulan kemudian, rambut telah tumbuh hingga 2 cm di area kulit kepalanya yang paling dipengaruhi oleh kerontokan.
Dalam kasus kedua, perempuan lain mengalami serangan alergi yang parah selama satu jam setelah makan labu squash yang menurut laporan rasanya sangat pahit.
Tiga minggu setelah kejadian, wanita itu dilaporkan kehilangan rambut di kepala, ketiak, dan daerah kemaluan.
Baca Juga: Ini Sosok Otak Perampok dan Pembunuhan Sadis Sopir Go-Car
Enam bulan kemudian, rambutnya telah tumbuh kembali sebesar 6 cm di area yang terkena kerontokan.
Philippe Assouly, seorang dokter kulit di Rumah Sakit Saint Louis, telah menyatakan bahwa keberadaan racun yang disebut cucurbitacin di labu, yang membuat labu terasa pahit, kemungkinan besar menjadi penyebab atas keracunan makanan yang menyebabkan kerontokan rambut ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Wuling Aira ev Kantongi Ribuan Pemesanan Sepanjang Gelaran GIIAS 2026 Berlangsung
-
Sidang dr Richard Lee Memanas, Kuasa Hukum Soroti Keterangan Doktif yang Tak Konsisten
-
BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan Dari KPR Hingga Digitalisasi Layanan Publik
-
Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global
-
Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35
-
Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?
-
Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa
-
Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI
-
Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan
-
Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor