2. Minyak tanning
Bagi mereka yang suka mengolesi minyak dan berjemur di bawah sinar matahari, sebaiknya perhatikan ini. Mark mengatakan tidak akan pernah menggunakan minyak tanning, yang sering mengandung SPF tingkat rendah, karena tidak bisa melindungi kulit dari sinar matahari.
3. Toner
Pembersih, toner dan pelembab adalah tiga langkah utama yang telah lama tertanam dalam pikiran kita sebagai dasar dari rutinitas perawatan kulit. Meskipun begitu, tiga ahli dermatologi yang Huffington Post ajak bicara mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya tidak menggunakan toner.
"Beberapa orang suka menggunakan toner, jika mereka merasa kulitnya sangat berminyak, tapi saya tidak merasa perlu,” kata Dr. Samer Jaber dari Washington Square Dermatology, New York, AS.
Banyak toner mengandung alkohol yang mengering (yang mungkin baik-baik saja jika Anda memiliki kulit yang berminyak dan berjerawat)," kata Dr. Jennifer Chwalek, dokter kulit bersertifikat di Union Square Laser Dermatology, kepada HuffPost melalui email.
“Sebaliknya, saya menggunakan wajah saya dengan air mawar di pagi hari sebelum menerapkan vitamin C dan SPF. Saya merasa air mawar membantu menghidrasi kulit dan juga dapat menenangkan peradangan, karena mengandung berbagai vitamin dan antioksidan. Setelah kering, saya menggunakan serum vitamin C dan kemudian tabir surya," ujar dia
4. Sabun hotel
Anda mungkin tidak berpikir dua kali tentang menggunakan sabun yang Anda temukan di kamar mandi hotel, tetapi sabun tersebut mungkin tidak bagus untuk kulit, terutama ketika digunakan pada wajah Anda.
“Saya benar-benar berhati-hati di hotel, Saya tidak pernah menggunakan sabun hotel karena sabun itu benar-benar membuat kulit saya kering, karena punya aroma sangat harum. Saya selalu membawa sabun sendiri," ucap Jaber.
Baca Juga: Restoran Ini Sediakan Burger Laba-Laba Tarantula, Berani Coba?
Para dermatologists setuju bahwa produk yang beraroma secara umum dapat mengiritasi kulit. Inilah yang membuat para dokter kulit menghindari penggunaan produk dengan wewangian tambahan.
5. Scrub
Setiap produk yang mengandung microbeads telah dilarang di Amerika Serikat sejak 2015, atau partikel penggosok apapun yang secara mutlak lebih baik tidak digunakan. Chwalek juga mengatakan tidak menggunakan scrub kasar.
"Itu karena pengelupasan kulit secara fisik atau mekanis sangat buruk bagi kulit Anda. Saya suka produk yang secara lembut mengelupas secara kimia, seperti glikolat, atau sesuatu yang dengan lembut akan menghancurkan kulit mati dibandingkan dengan pengelupasan kulit secara mekanis dan fisik dari kulit mati, yang tidak perlu dilakukan oleh siapa pun," tutup dia
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Pertanian Jadi Penyumbang Utama Emisi Metana di Indonesia, Apa Dampaknya bagi Iklim?
-
Benarkah Menikah di Bulan Suro Bikin Sial dan Rumah Tangga Hancur? Ini Pandangan Islam dan Budaya
-
Apa Bedanya Cushion Skintific Hijau dan Pink? Cek Manfaat dan Harganya
-
Daftar 3 Shio Paling Malas, Hobi Menunda-nunda Pekerjaan
-
5 Moisturizer Pria dengan Rating Sempurna di Shopee, Atasi Kulit Kusam dan Berjerawat
-
5 Cara Mengetahui Parfum yang Kedaluwarsa, Ini Tanda-tandanya
-
Memaknai Peran Ganda: Bagaimana Perempuan Karier Bisa Menginspirasi Generasi Muda
-
5 Body Lotion Paling Laris di Shopee, Pembeli Akui Ampuh Cerahkan Kulit Kusam
-
3 Sabun Mandi Batangan Paling Laris di Shopee, Review Pembeli Terbukti Ampuh Mencerahkan Kulit Kusam
-
Berapa Harga Adidas Samba Jane Ori? Ini 5 Rekomendasi Toko Resmi agar Tak Tertipu Produk KW