Suara.com - Dengan senyuman nakal, Manpreet Singh tampak seperti balita menggemaskan pada umumnya. Tetapi siapa sangka, usia Manpreet yang sebenarnya adalah 23 tahun.
Manpreet Singh menderita sebuah kondisi misterius yang membuatnya berhenti tumbuh saat menginjak usia satu tahun. Hal itu membuatnya seperti terperangkap dalam tubuh bayi dengan tinggi hanya 60 cm dan berat kurang dari 5kg.
Pemuda dari Mansa di negara bagian Punjab, India, tidak dapat berjalan dan hanya dapat berbicara beberapa kata saja.
"Manpreet cekikikan seperti anak kecil dan jarang bersedih. Hanya ketika anjing atau hewan lain mengeluarkan suara, dia ketakutan dan menangis. Dia adalah anak yang menyenangkan dan memberi isyarat kepada para tamu dengan tangannya untuk duduk, dan mencoba untuk berteman dengan mereka," kata paman Manpreet, Karanvir Singh, kepada Deccan Chronicle.
Manpreet diasuh oleh paman dan bibinya, Karanvir Singh dan Lakhwinder Kaur. Itu terjadi karena orangtua Manpreet tidak mampu membayar biaya pengobatan buah hatinya tersebut.
Penduduk setempat menganggap Manpreet sebagai dewa dan secara rutin datang ke rumah Karanvir untuk meminta berkah dari Manpreet.
Dalam sebuah video, ditunjukkan masyarakat berlutut di depan Manpreet sementara Manpreet dengan senang hati menepuk kepala para pemujanya.
"Meskipun ia hanya berbicara dalam bahasa monosilia seperti maa (ibu) dan mama (paman), ia belajar keterampilan untuk berkomunikasi melalui isyarat. Dia juga menjadi ahli dalam meniru orang. Dia akan menyapa tamu dengan menjabat tangan mereka dan meminta mereka untuk duduk."
Menurut cerita, Manpreet terlahir normal pada 1995 lalu. Namun secara tiba-tiba, ia berhenti tumbuh dan berkembang. Dokter mengatakan kepada orangtua Manpreet untuk tidak khawatir. Katanya, ia akan mulai berkembang lagi seperti anak normal lainnya.
Baca Juga: Nikahi Istri Kedua dan Terlilit Hutang, Rahmad Bunuh Istri Bosnya
Namun hal itu tidak terjadi. Manpreet kemudian diasuh dan tinggal bersama Karanvir Singh di Hisar, sebuah kota yang berjarak 120 km dari tempat tinggal orangtua biologis Manpreet.
Seorang petugas medis di fasilitas yang dikelola negara, MK Bhadu, mengatakan bahwa kondisi kerdil yang dialami Manpreet terkait dengan hormon.
"Pertumbuhan pasien berhenti karena ketidakseimbangan hormon. Seorang anak mulai berkembang secara mental dan fisik sejak usia tiga tahun. Jika tubuhnya tidak berkembang, orangtua harus membawanya ke fasilitas medis yang lebih baik dan membuatnya diobati," kata Bhadu kepada NTDTV dalam sebuah wawancara yang diunggah ke YouTube.
Menurut laman berita The Sun, ilmuwan percaya Manpreet memiliki kondisi yang disebut Laron Syndrome, sebuah kondisi genetik langka yang diyakini mempengaruhi sekitar 300 orang di dunia.
Mereka yang hidup dengan sindrom Laron kekurangan hormon yang disebut Insulin-like Growth Factor 1 atau IGF-1, yang berfungsi menstimulasi sel pertumbuhan.
Keluarga Manpreet telah diberitahu bahwa biaya penelitian dan perawatan kondisi buah hatinya akan menelan biaya yang tinggi.
Karena kekurangan biaya, sebuah organisasi lokal telah menyiapkan laman pendanaan dengan harapan agar orang-orang dari seluruh dunia mau menyumbang untuk Manpreet.
"Kami tidak memiliki cukup dana untuk membawanya ke dokter atau rumah sakit yang lebih baik. Kami mengimbau kepada orang-orang baik yang ada di internet untuk membantu kami mengumpulkan dana untuk perawatan Manpreet," kata Karanvir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan