Suara.com - Saat diberi pilihan antara harta atau nyawa oleh perampok, kebanyakan orang akan memilih untuk menyelamatkan nyawa dan merelakan hartanya. Tapi, tidak demikian halnya dengan lelaki asal Amerika Serikat, Jerad Kluting. Jerad mengatakan bahwa ia rela mati demi tas Louis Vuitton seharga Rp 238 juta miliknya.
Dilansir dari Oddity Central, Jerad mengaku sedang berjalan-jalan di Kota Holland, Michigan, ketika tiba-tiba ia dihampiri sekelompok perampok bertopeng.
Menurut pernyataan Jerad, perampok itu mengeluarkan pistol dari ikat pinggang dan meminta agar dirinya menyerahkan tas LV-nya.
Tapi Jerad menolak. Pasalnya, barang yang diminta perampok merupakan barang yang paling dicintai Jerad.
Selain karena harganya yang mahal, tas LV tersebut juga berhasil membuat Jerad jatuh cinta pada pandangan pertama.
Kata Jerad, ia telah menabung untuk waktu yang lama dan dia tidak akan menyerahkan tas miliknya begitu saja kepada orang asing walau nyawanya dipertaruhkan.
"Itu terjadi cepat sekali. Dalam satu gerakan dia mengeluarkan pistol dari ikat pinggangnya dan tangan yang lain meletakkan sapu tangan di atas mulut saya dan berkata, 'Beri aku tas Anda'," kenang Jerad.
Jerad lalu berkata pada si perampok bahwa dirinya tak bisa memberikan tas tersebut karena ia 'bekerja sangat keras untuk bisa memiliki tas ini'.
Tapi tampaknya si perampok tidak terlalu terkesan dengan kisah Jerad, dan malah mengeluarkan tembakan peringatan.
Baca Juga: Tengkorak Manusia Ditemukan di Kuta Selatan
"Dia melepaskan tembakan kedua. Dan kemudian saya lari. Lalu kemudian saya mendengar tembakan ketiga dan ada empat tembakan. Tembakan ketiga membuat saya takut karena terdengar ada di belakang saya. Saya benar-benar menunggu untuk dipukul. Setelah berhasil mengambil tas saya, sang perampok kabur," ungkap Jerad.
Jerad Kluting memanggil polisi sesaat setelah perampokan terjadi. Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap perampok berusia 21 tahun tersebut, yang kemudian didakwa dengan tuduhan perampokan bersenjata, kepemilikan senjata api, dan menerima serta menyembunyikan barang curian.
Jerad pun merasa senang karena masih bisa hidup, dan yang terpenting, ia bisa memeluk kembali tas yang paling dicintainya itu.
"Saya mendapatkan tas saya kembali. Ingat, Anda dapat memiliki tas ini, tapi mesti lewati dulu mayat saya," kata Jerad kepada wartawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat
-
Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran
-
Jadwal Lengkap Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow Tol Arus Balik Lebaran 2026
-
Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?
-
8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran
-
7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel
-
7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Anak Usia 12 Tahun yang Aman
-
10 Sepatu Adidas Diskon di Sneakers Dept, Seri Samba Jadi Ratusan Ribu Rupiah
-
Tak Banyak yang Tahu! Diam-diam Spons Cuci Piring Melepaskan Mikroplastik: Adakah Solusinya?