Suara.com - Tidak hanya dokumen kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antara POTUS, Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un saja yang dikulik oleh para kepala negara, pemerhati politik, pemuka agama, sampai masyarakat Singapura. Bahkan menu santap siang kedua kepala negara ini pun menjadi topik seru.
Pihak White House (WH) telah melansir daftar yang disajikan untuk delegasi Amerika Serikat dan Korea Utara. Beberapa koki terkemuka Singapura, lewat harian The Straits Times rata-rata menyimpulkan, bahwa hidangan yang disajikan adalah menu "aman", dalam artian mewakili kedua negara sekaligus menyiratkan bahwa santap bersama ini adalah bagian dari pendekatan diplomatik.
Sementara sebagai rasa "terima kasih" kepada pihak tuan rumah, yaitu Singapura, muncul satu menu pembuka yang mengawali santap siang bersama ini, yaitu mangga kerabu atau salad mangga hijau serut saus gula jawa serta sari laut.
Willin Low, seorang chef dari restoran Wild Rocket, Singapura berkomentar bahwa pilihan hidangan bagi kedua delegasi memang tersimak sangat diplomatik, "Dan hadirnya menu Singapura juga membanggakan. Tetapi kalau boleh, sebagai penutup mungkin bisa disajikan es cendol versi modern."
Memang minuman es cendol adalah menu penutup hits untuk tiga negara Asia Tenggara yaitu Indonesia, Malaysia, serta Singapura, karena berbagi latarbelakang budaya sama. Dengan demikian, rasanya lengkap bila menu awal dan penutup adalah signature atau khas dari Negeri Singa.
Berikut ini adalah daftar lengkap menu santap siang perpaduan Korea Utara dan Amerika Serikat usai KTT Pulau Sentosa, Singapura (12/06/2018).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan