Suara.com memilih tempat duduk sedikit “ekstrem”, yaitu di samping Mbah Marto yang tengah sibuk mengolah lele asap.
Di hari-hari biasa, Mbah Marto menyebutkan lele yang diasap mencapai 25 sampai 30 kilogram. “Tetapi Lebaran kemarin, naik tiga kali lipat, sampai sekitar 75 kilogram,” tukasnya.
Lele ini diperolehnya dari tetangga dekat rumah, yang memang berdagang lele di pasar. Lantas setelah melalui proses dibersihkan dan ditusuk bambu melintang bagian mulut ikan menuju ekor, diasap sampai mengeluarkan bau harum khas menggiurkan.
Uniknya, hidangan mangut lele asap andalan Mbah Marto ini tercipta secara kebetulan. Mangut lele yang dijualnya dalam tenggok atau bakul penjual makanan keliling, tersiram sambal pedas karena guncangan saat dibawanya berjalan kaki.
Tak dinyana, menu ini justru digemari para pembeli. Sejak itulah ia memasak mangut lele yang telah diasap dengan bumbu santan lebih pedas dari biasa. Sanggup membuat para pembelinya berkeringat serta mendesis kepedasan, bahkan ada yang mencucurkan air mata.
Sampai di usianya sekarang, Mbah Marto tetap meracik masakannya sendiri, dengan asisten saudari serta anak dan cucunya. Terkadang, seperti yang Suara.com saksikan, ia “diusir” oleh mereka karena terus larut dalam kesibukan dapur. Termasuk membereskan piring bekas Suara.com bersantap.
Demikian pula bila tiba giliran tamu hendak membayar. Salah satu cucu perempuannya yang berusia 43 tahun hanya bertindak sebagai “kalkulator” bagi tamu, dan Mbah Marto menyimpan uang serta memberikan kembalian.
Pendek kata, simbah 104 tahun yang yahud meracik mangut ini memang istimewa. Tetap berkarya di usia senja. Dari tangan rentanya tercipta hidangan klangenan atau kerinduan para langganan dan petualang rasa.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
-
Dari Bibimbap hingga Jollof Rice, Ini 5 Makanan Tradisional yang Jadi Rahasia Nutrisi Atlet Elite
-
Bukan Pajeon Biasa! Ini 5 Fakta Menarik Padakjeon, Pancake Korea Tinggi Protein yang Lagi Viral
-
Dari Resep Keluarga ke Petak Enam, Tuan Wen 1980 Hidupkan Lagi Kue Peranakan Tionghoa
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan