Suara.com - Kategori orang yang selingkuh pertama, menurut Tammy, disebut sebagai perselingkuhan 'pembuka-kaleng'. Di mana, seorang pasangan biasanya melakukan selingkuh untuk mengakhiri hubungan mereka dengan pasangannya saat ini, dan tidak tertarik untuk mengatasi masalah yang sedang terjadi dalam hubungan mereka.
Dia mengatakan, bahwa jenis selingkuh seperti ini lebih sering terjadi pada perempuan daripada lelaki. Menurut trainer relationship, James Preece, perempuan tahu bahwa hubungan mereka akan berakhir dengan cepat jika mereka tertangkap melakukan selingkuh, yang pada gilirannya akan 'menghemat waktu' mereka. Selingkuh bagi perempuan bisa merusak ego pasangan mereka, karena hanya akan sedikit peluang mereka untuk dimanfaatkan.
Kedua, adalah orang-orang yang selingkuh dari pasangannya hanya untuk memenuhi kebutuhan emosional dan fisik di luar hubungan mereka, biasanya tidak berarti mereka ingin berpisah dari pasangannya saat ini.
Menurut para ahli, minat para lelaki melakukan selingkuh karena mereka bisa mendapat perhatian khusus dari orang lain. Lelaki mencari lebih banyak validasi daripada perempuan, dan mereka merasa lebih jantan dan muda ketika seseorang menunjukkan minat pada mereka.
Bahkan, kemungkinan terjadinya selingkuh akan lebih tinggi setelah mereka memiliki anak, karena biasanya istri lebih memberi prioritas kepada anak-anak, sehingga suami merasa kurang diperhatikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan