Suara.com - Setiap orang membutuhkan tempat yang layak untuk hidup. Sayangnya, menurut data Bank Dunia, lebih dari 28 juta orang Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Hal ini menjadikan banyak keluarga di Indonesia menghadapi kesulitan memiliki perumahan yang nyaman dan aman.
Fokus terhadap hal tersebut, Habitat for Humanity, sebuah komunitas dan organisasi nirlaba global didirikan. Hingga saat ini, Habitat for Humanity telah membantu lebih dari 52.000 keluarga di 13 provinsi di Indonesia, untuk membangun kekuatan, stabilitas dan kemandirian melalui perumahan.
Salah satunya yang terbaru adalah melalui program Hope 4 Humanity (H4H) yang bekerja sama dengan Kanmo Group. Program ini, kata James Tumbuan, National Director Habitat for Humanity merupakan kegiatan pembangunan rumah yang bertujuan untuk menciptakan dampak sosial yang positif di dalam komunitas tempat tinggal yang menjadi bagiannya.
"Tahun ini, melalui program H4H, proyek Kanmo Group dan Habitat for Humanity, akan membangun beberapa rumah di Mauk, Banten dengan kisaran 25 hingga 30 meter persegi, yang dilengkapi dengan dua kamar tidur, ruang tamu dan kamar mandi dengan toilet," jelas James.
Lebih lanjut dia menjelaskan, nantinya akan dibangun pula blok beton dan papan semen dengan bingkai kayu, yang digunakan di rumah-rumah yang memiliki fondasi slab semen dan atap tanah liat untuk melindungi keluarga dari hujan, angin dan matahari.
Mauk merupakan sebuah desa di tepi pantai, yang memiliki tingkat kemiskinan tertinggi di provinsi Banten dan membutuhkan pendanaan untuk membangun perumahan yang aman.
James melanjutkan, melalui program H4H, pihaknya dan Kanmo Group berharap dapat menjembatani kesenjangan ini dalam pendanaan dan memperluas akses ke perumahan yang layak bagi keluarga-keluarga ini.
Menurutnya, keluarga yang tinggal di tempat yang nyaman dapat meningkatkan kehidupan mereka dengan hasil hidup yang lebih sehat dan lebih stabil.
"Kami percaya bahwa setiap keluarga berhak mendapatkan tempat tinggal yang layak, tempat yang disebut rumah dan tempat yang dapat memberikan keamanan dan stabilitas bagi orang-orang yang mereka cintai," jelas Hitesh Bharwani, Group Managing Director dari Kanmo Group.
Baca Juga: Ibu Muda Harus Tahu, Ada Loh Komunitas Sharing Ini
Untuk mengurangi tingkat permukiman yang tidak layak huni di Mauk Banten ini, kata Hitesh, Kanmo Group telah mengumpulkan dana melalui gerai-gerai ritelnya, untuk membantu memperluas akses ke perumahan yang layak bagi mereka yang membutuhkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
5 Air Cooler yang Dingin dan Hemat Listrik, Bikin Ruangan Sejuk Maksimal
-
3 Skincare Marina Bright Booster Harga Rp20 Ribuan, Pengguna Akui Ampuh Cerahkan Wajah
-
Gaji UMR Beli Sepatu Running Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Versi Dokter Tirta
-
3 Sabun Cuci Muka Marina yang Bisa Cerahkan Kulit Tanpa Rasa Ketarik, Lengkap Review Pengguna
-
5 Produk Lipstik Marina yang Ramah Kantong, Pembeli Akui Tak Bikin Bibir Kering
-
3 Benda Pembawa Rezeki Menurut Feng Shui, Cukup Disimpan di Saku
-
Lampu Emergency Tahan Berapa Lama? Ini Pilihan Bagus yang Awet 20 Jam
-
K-Beauty Makin Melokal, Hadirkan Shade Khusus untuk Kulit Perempuan Indonesia
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Daily Trainer: Nyaman, Responsif, Harga Ramah
-
Hong Kong Masuk 2 Besar Destinasi Ramah Muslim Terbaik untuk Negara Non-OIC