Suara.com - Sebuah penelitian baru-baru ini menjelaskan bahwa manusia cenderung akan memberi sedekah lebih banyak ketika mereka sadar ada orang lain yang melihatnya.
Dalam studi yang diterbitkan jurnal Human Nature, disebutkan bahwa ingin dilihat merupakan bagian dari sifat dasar manusia.
"Kehadiran orang lain saat Anda sedekah membuat Anda lebih peduli pada reputasi, sehingga memotivasi untuk memberi dalam jumlah lebih banyak," ungkap ketua penelitian, Caroline Kelsey.
Dengan kata lain, manusia cenderung bertindak lebih dermawan ketika mereka merasa seperti ada orang lain yang melihat atau mengawasinya.
Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, peneliti melakukan eksperimen selama 28 minggu di museum dan memperhatikan lebih dari 34.100 orang dewasa dan anak-anak saat mereka melewati kotak sumbangan yang ada di museum.
Gambar stiker di kotak selalu diganti, mulai dari gambar sepasang mata manusia, kursi, hidung, dan terakhir bergambar mulut. Kata-kata pada kotak tetap sama: "Sumbangan akan dihargai."
Ketika kotak ditempeli stiker bergambar mata, orang akan memasukkam lebih banyak uang ke dalam.
Peningkatan rata-rata hanya satu sen per kotak museum, tetapi kemudian meningkat menjadi 12 dolar atau sekitar Rp 183 ribu per minggu.
Keuntungan yang signifikan, karena rata-rata jumlah sumbangan mingguan adalah 15 dolar atau setara dengan Rp 228 ribu selama masa studi.
Baca Juga: Ini yang Disuka dan Dibenci Deepika Padukone dari Ranveer Singh
Lewat studi itu, peneliti menyimpulkan bahwa orang memiliki banyak motivasi ketika mereka memberikan donasi, dan itu tidak selalu tentang membantu orang lain.
Terkadang, orang memberi karena alasan egois atau karena mereka memiliki motif politik.
Meski begitu, penghasilan merupakan faktor utama. Amerika merupakan negara yang memberikan uang terbanyak untuk amal pada tahun lalu. Banyak dari donasi berasal dari orang-orang super kaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?