Suara.com - Ada begitu banyak rentang harga untuk sebuah jenis kosmetik, mulai dari yang murah hingga sangat mahal. Termasuk juga maskara. Anda mungkin bertanya-tanya kenapa ada maskara seharga puluhan ribu, dan ada pula maskara dengan harga mencapai jutaan rupiah.
Dilansir dari HuffPost, menurut make up artist Aleksandra Ambrozy dan Ni'Kita Wilson, seorang ahli kimia kosmetik dan pendiri Skinects.com, maskara mahal menawarkan suatu kelebihan dibanding maskara murah.
Dalam hal efektivitas, Ambrozy mengatakan bahwa sepanjang pengalamannya merias, maskara high-end memang terbukti jauh lebih unggul daripada maskara biasa.
"Saya suka maskara yang mampu memanjangkan sekaligus memberi volume pada bulu mata tanpa membuatnya menggumpal, dan itu tidak saya temui pada maskara murah," kata Ambrozy kepada HuffPost.
Berdasarkan pengetahuannya tentang industri kosmetik, Wilson mengatakan bahwa maskara high end memang menggunakan ingredient mahal yang tidak bakal digunakan oleh maskara biasa.
Sebagai contoh, dia berkata, “Serat yang digunakan pada mascaras high end mungkin lebih cocok dengan bulu mata asli karena [merek-merek tersebut] dapat menambahkan bahan ini lebih banyak untuk memberikan efek yang diinginkan.”
Wilson mengatakan merek-merek high end mungkin memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan pada hal-hal seperti desain kuas, yang merupakan komponen utama dalam keefektifan pulasan maskara. Kuas maskara, katanya, “sama pentingnya dengan ingredient,” jadi jika sebuah perusahaan mampu menghabiskan biaya lebih banyak untuk mengembangkan sikat maskara, itu artinya merek tersebut tak akan menjual murah maskara buatannya.
Merek-merek mewah mungkin juga mengembangkan formula maskara mereka dengan bahan-bahan atau teknologi spesifik yang lebih mahal, kata Wilson. Misalnya, polimer tertentu yang tak hanya anti air tetapi mencegah luntur, tentu itu akan meningkatkan harga jual.
Tetapi tentu saja, Wilson berkata, “Ini mungkin tidak berlaku pada semua merek mewah. Hal ini memang memiliki potensi untuk menaikkan harga, tetapi tidak semua merek mungkin menggunakan bahan-bahan ini.”
Baca Juga: Pembunuhan Sekeluarga, Sarah dan Arya Tewas di Kasur Hello Kitty
Label harga tinggi tidak selalu berarti produk tersebut lebih baik. Maskara kelas atas mungkin menawarkan formula yang lebih unggul, dan sikat yang lebih baik. Tetapi tidak semua.
Wilson menekankan bahwa merek maskara murah juga sudah mulai menginvestasikan uang dalam penelitian dan pengembangan untuk menyediakan maskara terbaik yang mereka bisa dengan anggaran tertentu.
Sebagai ahli kimia kosmetik, Perry Romanowski, mengatakan bahwa "Perbedaan kualitas sebenarnya lebih didasarkan pada pemasaran produk."
“Produk dari perusahaan besar seperti L'Oreal, P & G, Estée Lauder, misalnya, pada umumnya memiliki formula yang sangat baik. Sekarang, perusahaan-perusahaan tersebut mungkin akan menggunakan formula tersebut untuk merek yang lain, baik yang mahal maupun yang tidak mahal."
Untuk lebih jelasnya, Romanowski memberi contoh, L'Oreal adalah perusahaan induk dari Lancome, merek premium, sekaligus Maybelline, merek biasa. Jadi, ada kemungkinan L’Oreal membagikan beberapa formulasi yang sama untuk seluruh mereknya, menghasilkan produk berbiaya rendah dan tinggi sekaligus dengan formula yang sama atau sangat mirip. Demikian tulis Romanowski dalam posting blog di situsnya, The Beauty Brains.
Romanowski melanjutkan, perbedaan besar antara merek premium dan merek murah adalah cara mereka memasarkan produknya. Wilson mengatakan, "Merek premium hanya menargetkan orang-orang yang hanya mau membeli produk premium. Akibatnya, merek premium dapat menjual sesuatu seperti maskara dengan harga lebih tinggi karena menargetkan pelanggan yang bersedia membayar. Ini semua benar-benar tentang preferensi pribadi. Apakah Anda akan membeli maskara seharga Rp 70 ribu atau Rp 1,5 juta, pilihan ada di tangan Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
5 Pilihan Bedak Padat Terbaik untuk Touch Up: Wajah Kembali Segar, Bebas Kilap Anti Dempul
-
Hari Kenaikan Yesus Kristus Itu Apa? Simak Sejarah dan Makna Teologisnya
-
5 Rekomendasi Bedak Tabur Lokal Alternatif Chanel, Hasil Makeup Mulus dan Flawless
-
Souvenir Pernikahan Aksa Anak Soimah Isinya Apa? Bikin Gilang Dirga Takjub
-
Apakah Bedak Dingin Bisa Menghilangkan Gatal?
-
7 Sunscreen untuk Haji yang Wudhu Friendly, Adem Dipakai dan Harga Ramah Kantong
-
Apa Arti Oda dan Ody? Panggilan Baru Maia Estianty dan Irwan Mussry
-
Tanggal Merah Bulan Mei 2026 Kapan Saja? Jadi Libur Terbanyak dengan Cuti Bersama dan Long Weekend
-
Efektifkah Tanaman Hias Memurnikan Udara? Ini Penjelasan Sains
-
Syarat dan Cara Daftar Petugas Sensus Ekonomi 2026 BPS, Ini Jadwalnya