Suara.com - Saat datang ke acara-acara pekan mode, Anda akan melihat banyak fotografer berlalu-lalang menenteng kamera besar-besar.
Mereka adalah kelompok yang masuk ke area peragaan paling pertama dan keluar paling akhir. Tugasnya hanya satu, mendapatkan foto sebaik dan sedramatis mungkin dari peragaan busana yang baru saja dihelat.
Bukan hanya saat perhelatan pekan mode atau peragaan busana tunggal, fotografer juga memiliki andil besar dalam tren fesyen dunia. Karyanya dilihat dan menjadi inspirasi lewat lembar-lembar editorial di majalah atau laman tentang mode. Saking krusialnya, beberapa fotografer mengkhususkan diri hanya pada genre fotografi fesyen.
Lalu bagaimana dengan perkembangan fotografi fesyen di Indonesia?
Menurut Tentry Yudvi, seorang fashion stylish yang lama bekerja di sebuah tabloid Nasional, masih banyak fotografer Tanah Air yang belum tahu arti fesyen itu sendiri.
"Banyak dari mereka tahunya fesyen itu ya sekadar baju dan tidak memahami brand image si desainer atau media yang memuat hasil rancangannya," kata Tentry Yudvi saat ditemui Suara.com dalam workshop 'Creative Fashion Through Your Lense' by Sigma dan Bursa Kamera Profesional di kawasan Jakarta Pusat, Minggu(25/11/2018).
Senada dengan Tentry Yudvi, founder Kencan Rasa, sebuah komunitas fotografi, bernama Agung Nugie juga mengatakan bahwa masih ada beberapa fotografer yang kedapatan mengeluh tentang fisik model atau pakaian yang dikenakannya.
"Padahal fesyen itu bukan tentang itu (tampilan fisik) akan tetapi tentang kebebasan berekspresi. Bagaimana kita (fotografer) mengolah rasa subjek yang akan difoto," tambah Agung Nugie.
Untuk itu, Agung Nugie bersama dua rekannya yang lain membuat sebuah komunitas yang diberi nama Kencan Rasa. Komunitas fotografi ini bukan hanya tempat kumpul untuk belajar teknik fotografi, akan tetapi pola komunikasi serta bagaimana cara menjual karya foto yang dihasilkan.
Baca Juga: Gianluca Vialli Ungkap Perjuangan Dirinya Melawan Kanker
"Misal untuk teman-teman fotografer yang lebih sering hunting foto, mereka akan kesulitan mendirect sekitar. Sementara untuk fesyen fotografi, fotografer perlu mendirect model atau fesyen stylist. Fotografer juga harus bisa menerjemahkan keinginan klien," tambah Agung Nugie.
Ia menambahkan, kalau teknik fotografi mudah dipelajari akan tetapi komunikasi, mesti belajar lebih dalam lagi. Bagaimana, Anda setuju?
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
3 Mandat Baru dari Prabowo untuk OJK di Momen 17 Agustus, Apa Saja?
-
Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan
-
PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Nusa Tenggara Timur
-
Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung
-
Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang
-
Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen
-
Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?
-
Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo