Suara.com - Video karyawan dipaksa minum air seni dan makan kecoa viral di media sosial.
Ya, belum lama ini publik dikejutkan dengan penangkapan jajaran manajer perusahaan di Cina. Sejumlah manajer ditahan karena telah memaksa karyawan makan kecoa dan minum air kencing sebagai hukuman gagalnya mencapai target pasar.
BACA JUGA: Pemilik Restoran Simpan Mayat, Polisi Curiga Makan Daging Manusia
Dihimpun Guideku.com dari laman World of Buzz dan Pear Video pada Senin (12/11/18), tragedi ini terjadi pada karyawan perusahaan yang berada di wilayah Zunyi, Guizhou, Cina.
Video penyiksaan karyawan tersebut telah beredar di sejumlah media.
Dalam video terlihat jelas para karyawan dihukum cambuk dan dipaksa meminum cairan kuning yang diduga merupakan air seni.
BACA JUGA: Viral, Karyawan Restoran Bakar Tikus di Alat Pemanggang
Pada beberapa potongan video, manajer perusahaan tersebut terlihat mengancam para karyawan.
Mereka mengancam jika kinerjanya buruk, para karyawan harus memakan kecoa.
Pihak berwajib akhirnya turun tangan. Ini 'hadiah' yang diberikan polisi pada para pemimpin perusahaannya:
Tag
Berita Terkait
-
Hadapi El Nino, Pramono Minta RW Siapkan APAR dan Pastikan Pasokan Air Bersih
-
37 Ribu Siswa Keracunan MBG, Amnesty International Desak Pemerintah Hentikan Program
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?
-
Tampang Saepul Penjual Piscok Pelaku Mutilasi di Depok
-
Hadapi Kemarau Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca Maksimalkan Cadangan Air Bendungan Kaskade Citarum
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan