Suara.com - Tak bisa dipungkiri secara tradisional kata maskulin selalu identik diartikan dengan hal-hal berbau fisik dan ketahanan mental yang wajib dimiliki laki-laki.
Misalnya, laki-laki tidak boleh menangis, harus mandiri, memiliki daya saing tinggi, secara fisik harus kuat, tidak boleh lemah, apalagi mengeluh.
Namun, belakangan ini pandangan semacam itu sudah dipatahkan dan tidak dipakai lagi oleh laki-laki milenial. Berdasarkan hasil studi, laki-laki generasi milenial memiliki pendapat baru yang lebih dekat dengan realita tentang makna maskulin yang sebenarnya.
Seperti dilansir Dailymail, Selasa (4/12/2018) lewat sebuah studi yang melibatkan 630 lelaki berusia 15 hingga 29, lelaki milenial berpendapat ciri-ciri maskulin secara tradisional yang identik dengan kekuatan fisik dan mental dianggap kurang penting.
Sebaliknya, ciri-ciri dan makna maskulin untuk saat ini yang paling relevan adalah lelaki harus bisa bersikap terbuka, empati, hidup sehat, murah hati, dan sifat-sifat terpuji lainnya.
Survei memang hanya mencakup lelaki Kanada, yang memiliki reputasi sopan santun dan sadar sosial, tetapi para peneliti mengatakan bahwa tampaknya ada pergeseran generasi umum dalam nilai-nilai kemaskulinan.
Studi yang diterbitkan dalam Psychology of Men & Masculinity itu tidak hanya menilai bagaimana pendapat lelaki milenial tentang makna maskulin saja, tetapi juga ingin menelusuri lebih jauh tentang dampaknya bagi kesehatan.
Nick Black, managing partner di Intentions Consulting, yang turut menulis makalah bersama University of British Columbia mengatakan, secara tradisional, lelaki selalu dianggap memiliki harapan hidup lebih pendek daripada perempuan. Sebabnya adalah karena mereka lebih diprioritaskan terlibat pekerjaan yang banyak melibatkan fisik. Selain itu secara mental mereka dipaksa untuk bertahan dalam keadaan sesulit apa pun tanpa boleh mengeluh. Akibatnya, kesehatan laki-laki menjadi lebih rentan.
Berdasarkan survei tersebut peneliti menemukan bahwa nilai terpenting bagi laki-laki adalah membantu orang lain. Sebanyak 91 responden mengatakan bahwa itu adalah yang seharusnya dilakukan.
Baca Juga: Tari Striptis Digerebek, 2 Perempuan Didapati Telanjang Layani Tamu
Ciri terpenting kedua adalah keterbukaan (menurut 88 persen laki-laki), seterusnya adalah kecerdasan (87 persen) dan kesehatan (86,5 persen)
"Kami cukup terkejut, terutama ketika menyangkut keterbukaan dan kesehatan,” kata Black.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ciri-Ciri Kulkas Boros Listrik, Kenali sebelum Tagihan Membengkak
-
6 Cara Mencegah Bunga Es Muncul di Kulkas agar Mesin Tidak Cepat Rusak
-
3 Aluminium Foil Insulasi untuk Menahan Panas Pada Atap Seng, Rumah Adem dan Tak Berisik
-
5 Cara Atasi Saluran Air Mampet Akibat Tanah atau Lumpur di Rumah
-
Mengenal Kandungan PDRN dalam Skincare, Bahan Aktif Viral yang Bikin Kulit Kencang dan Glowing
-
Cushion Mini yang Bagus Merek Apa? Ini 3 Pilihan Mungil dengan Hasil Maksimal
-
4 Cara Pakai Soda Api untuk Atasi Saluran Air Mampet akibat Rambut atau Lumpur
-
Selain Koi, 6 Ikan Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui
-
4 Cara Atasi Pompa Air yang Harus Dipancing Terus-menerus
-
4 Posisi Kamar Mandi yang Baik Menurut Feng Shui agar Hunian Lebih Nyaman