Suara.com - Sebelum melangsungkan acara pernikahan, biaya pernikahan tentu menjadi hal yang patut diperhitungkan secara matang. Siapa pun pasti ingin mendapatkan yang terbaik di hari spesialnya. Tapi kalau bisa, tetap sesuai dengan bujet yang telah disiapkan.
Namun, meski sudah dihitung-hitung, sering kali kita dihadapkan pada membengkaknya biaya pernikahan. Ternyata ada beberapa biaya tak terduga yang belum sempat dihitung dalam anggaran.
Lalu, apa saja yang perlu diwaspadai saat menganggarkan pernikahan? Seperti dikutip dari Cermati.com, berikut elemen bujet pernikahan yang berpotensi mengalami pembengkakan, alias di luar dari yang diperkirakan sebelumnya.
1. Campur Tangan Pihak Lain
Konsep pesta pernikahan tidak sepenuhnya diatur oleh pasangan yang ingin menikah. Selalu ada saja campur tangan dari pihak lain, baik keluarga, sahabat, atau kerabat kerja. Saran yang mereka berikan biasanya memang bagus. Tetapi masalahnya, kalau tidak dipilah secara baik, bisa-bisa malah bikin biaya pernikahan membengkak.
Permintaan keluarga, sahabat atau kerabat kerja, tidaklah selalu harus dipenuhi. Apalagi kalau yang tidak masuk akal dan memakan banyak biaya, seperti sewa aula hotel, atau baju pengantin dan dekorasi pernikahan yang terlalu mewah.
Sebelum mengambil keputusan, coba lihat dulu, apakah masukan yang mereka berikan ada di daftar kebutuhan pesta pernikahan yang Anda catat. Kalau tidak ada, sebaiknya dicoret saja, karena apa yang mereka sebutkan tidak termasuk prioritas utama Anda.
2. Salah Memilih Vendor
Bagi pasangan yang tidak ingin susah payah mengurus dekorasi dan konsep pernikahan, biasanya lebih suka memakai jasa vendor. Disarankan, jangan memilih vendor berdasarkan penilaian atas presentasi semata, tetapi juga harus berdasarkan insting, kenyamanan, dan survei untuk mengetahui vendor yang kredibel.
Harga yang ditetapkan oleh vendor biasanya berbeda-beda. Ada yang mahalnya selangit, yang standar, hingga paling murah. Pilihlah vendor sesuai dengan bujet yang telah dipersiapkan di awal. Perhatikan pula konsep seperti apa yang mereka rancang, agar biaya yang Anda bayarkan tidak terlalu mahal.
Jika punya teman atau kerabat yang bekerja di bagian Event Organizer (EO), Anda bisa menanyakan kisaran bujet yang ditetapkan oleh vendor di acara pernikahan. Tujuannya, agar Anda tidak terkejut mendengar biaya yang disebutkan vendor setelah melakukan meeting.
3. Terlalu Banyak Makanan
Selain gedung, makanan juga menjadi salah satu penyebab bengkaknya anggaran pernikahan. Makanan yang tersaji di meja makan pesta pernikahan tentu tidak sembarangan, terutama jika acara pernikahan berlangsung di hotel mewah. Menu makanan seperti hidangan pembuka, menu utama, hingga penutup, pasti tersedia secara lengkap.
Pasangan mana pun pasti bangga jika menu makanan di acara pernikahannya mewah dan lezat. Tetapi, jangan pula menyajikan makanan yang terlalu berlebihan. Misalnya, dengan menyajikan 5 jenis hidangan pembuka dan 6 jenis hidangan penutup. Ini sama saja mubazir.
Mungkin, tujuan Anda baik, yaitu untuk menghindari kekurangan makanan bagi para tamu. Tetapi Anda harus realistis juga. Sesuaikanlah banyaknya makanan yang disajikan dengan jumlah tamu yang hadir. Selain menjaga agar tidak mubazir, dengan begini Anda dan pasangan juga dapat menghemat banyak biaya.
Berita Terkait
-
Pernikahan Arwah: Setting Lokasi dan Tradisi Otentik dengan Nuansa Brutal
-
Beralih ke Motor Listrik: Adu Biaya Perawatan vs Motor Matic, Siapa yang Paling Bikin Dompet Happy?
-
Saat Biaya Logistik Ditekan, Pelaku Industri Beralih ke Layanan Distribusi Terintegrasi
-
Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending
-
Cara Menghitung Weton Pernikahan agar Rumah Tangga Langgeng
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
40 Saksi Diperiksa, Kejari Tulungagung Segera Ungkap Tersangka Korupsi Tanah Griyo Dalem Kanjengan?
-
Jangan Anggap Remeh Meme Prabowo, Pakar Cium Aroma Perlawanan Senyap yang Bisa Meledak
-
Mitsubishi Fuso Akui Penjualan Melonjak Berkat Pengadaan Truk Koperasi Desa Merah Putih
-
PT Bhimasena Power Indonesia Raih LKPM Award Kategori PMA pada Peluncuran BATANG INVESTA
-
BPDP Kucurkan Rp 1,3 T untuk Beasiswa, Tanggung Full Kuliah hingga Biaya Hidup Anak Petani Sawit
-
Pengamat Sebut Pelabelan Londo Ireng Sebagai Upaya Meredam Suara Kritis
-
Bukan Sekadar Menang Trofi, Ini Cerita Atlet Muda Indonesia 'Guncang' Panggung Bulu Tangkis Asia Tenggara
-
Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok
-
Detik-detik Wagub Babel Ditahan, Pakai Rompi Tahanan Merah lalu Bungkam
-
Belanja Digital Gen Z: Saat Kebutuhan dan Keinginan Semakin Sulit Dibedakan