Suara.com - Menjaga komunikasi sangat penting untuk mengeratkan hubungan pasangan, selain itu terbuka dan setia juga tidak kalah harus dijaga, namun tanpa disadari ada kebiasaan-kebiasaan buruk yang ternyata bisa picu perselingkuhan.
Ini kebiasaan buruk apa saja yang bisa picu selingkuh di dalam hubungan percintaan dilansir DewiKu.
1. Bersikap genit
Salah satu kebiasaan yang sering terjadi dan memicu perselingkuhan adalah bersikap genit. Pastinya dalam berteman dengan orang lain, apalagi lawan jenis, sebaiknya tetap mengetahui posisi di mana kita sebenarnya.
Bersikap genit adalah hal yang menyebalkan. Mungkin ada yang bisa memakluminya dan dianggap bercanda. Bagaimana kalau ternyata hal tersebut disalahartikan oleh orang lain?
Orang lain bisa menganggap sikap itu adalah sebuah sinyal rasa suka yang sebenarnya. Bisa jadi hal ini akan berujung perselingkuhan.
2. Memendam perasaan
Mungkin kamu atau pasanganmu adalah orang yang tertutup. Bisa jadi sulit untuk mengekspresikan diri. Buruknya, kamu sering memilih untuk memendam perasaan. Dengan sikap yang nggak mau terbuka satu sama lain, salah satu dari kalian pasti akan melampiaskan dengan cara lain.
Pelampiasan tersebut bisa saja dengan cara yang baik. Namun, hal itu juga bisa jadi dengan cara yang salah dan merugikan hubungan kalian berdua. Itu akan menjadi sangat buruk.
Baca Juga: Dosa-dosa Amien Rais Diungkap Para Pendiri PAN, Isinya Mengerikan
3. Bergantung pada orang lain, bukan pasanganmu
Ketika kamu sedang mengalami kondisi emosi yang nggak baik, kamu malah bergantung pada orang lain. Kalau bergantung pada teman dekat dan keluarga, itu tak masalah.
Namun, jika kamu bergantung pada lawan jenis selain pacarmu, bisa jadi ini akan menimbulkan benih-benih rasa pada orang lain karena dia terlihat lebih peduli dengan dirimu daripada pasanganmu sendiri.
4. Tidak saling memprioritaskan
Last but not least, kebiasaan buruk yang bisa picu selingkuh adalah tidak saling memprioritaskan satu sama lain. Setiap pasangan pasti memiliki kondisi emosional yang berbeda-beda di setiap saat.
Mungkin pasanganmu sedang merasa sedih dan butuh ditemani. Kalau kamu dan pasanganmu nggak saling peduli, hubungan kalian akan berujung nggak baik. Bisa saja salah satu dari kalian mencari seseorang yang lebih mengerti dan memberikan kasih sayang yang kamu butuhkan.
Prioritaskan pasangan ternyata cukup penting dalam hubungan, setidaknya berikan dia sedikit yang membuatnya merasa spesial.
Jadi hindari kebiasaan buruk picu perselingkuhan ini untuk menjaga hubungan tetap awet dengan pasangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Life Update di Media Sosial: Cara Gen Z Saling Berkabar di Era Digital
-
Mengurai Mitos, Ritual Sesat, dan Pengusiran Setan di Film The Tao Exorcist
-
5 Sneakers Hype Terbaik 2026, Ada yang Lebih Worth dari Adidas Samba
-
Pria di Medan Ditangkap gegara Jual Video Porno Sesama Jenis Lewat Aplikasi
-
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Taklukkan Bara di Gunung Bromo
-
Prabowo Didesak Alihkan Kasus Febrie ke KPK, Penanganan Kejagung Dinilai Tak Profesional
-
Mazda Pajang Lima Instalasi Seni Berbahan Daur Ulang di GIIAS 2026
-
Aksi Bek Vietnam Cium Jimat Kim Sang-sik Usai Gulung Timnas Indonesia 3-0
-
Sidang Lanjutan Banding Nadiem Digelar 12 Agustus, 2 Saksi dari GoTo Akan Diperiksa
-
Uang Cash Mulai Jarang di Dompet: Siapkah Kita Menjadi Masyarakat Cashless?