Suara.com - Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), terdapat sekitar 100.000 ton hingga 400.000 ton sampah plastik yang masuk ke laut Indonesia per tahun. Di Jakarta saja, dapat menghasilkan 7.200 ton limbah dalam satu hari. Dengan permasalahan tersebut, mungkinkah mewujudkan Indonesia bebas sampah?
Berangkat dari persoalan tersebut, Bijaksana Junerosano yang kerap disapa Sano terpanggil untuk membawa perubahan di Indonesia ketika melihat kondisi sampah di Jakarta yang memprihatinkan.
Sano kemudian mendirikan sebuah perusahaan layanan pengelolaan sampah yang tidak hanya menyediakan jasa pengangkutan dan pemilahan sampah, tetapi juga layanan strategis terhadap perusahaan-perusahaan di Indonesia, yang dikenal dengan nama Waste4Change.
“Kami mendirikan Waste4Change sebagai solusi dalam bentuk perusahaan layanan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab," ujar Sano, Founder Waste4Change.
Ia menjelaskan, angka ‘4’ dalam nama Waste4Change mencakup empat hal. Consult, memberikan konsultasi berdasarkan penelitian mendalam dan pelatihan tentang pengelolaan limbah yang bertanggung jawab; Campaign, memberikan edukasi kepada perusahaan, tempat tinggal, sekolah hingga komunitas tentang pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab; Collect, mengumpulkan limbah dari daerah perumahan atau komersial ke kantor Waste4Change untuk dipilah; Create, berkolaborasi dengan mitra terpercaya untuk mengubah limbah menjadi bahan daur ulang.
Waste4Change memiliki misi untuk mewujudkan Indonesia Bebas Sampah dan menggandeng Bank DBS Indonesia untuk bekerja sama dalam mewujudkan hal tersebut.
Waste4Change tidak hanya mengelola sistem waste management tetapi juga edukasi kepada warga perumahan tersebut tentang pengelolaan sampah. Saat ini sudah lebih dari 1.700 rumah dan perusahaan-perusahaan besar yang menjadi mitra Waste4Change.
“Kami ingin mewujudkan Indonesia bebas sampah. Mewujudkan misi tersebut tentunya kami tidak bisa bekerja sendiri. Salah satu upaya kami adalah edukasi terhadap anak-anak sekolah. Beberapa waktu lalu kami melakukan edukasi 3R School Adoption di daerah bekasi. Kegiatan tersebut meliputi penanaman pengetahuan dan pola pikir mengenai sampah sejak dini,” ungkap Sano.
Ciri khas dari Waste4Change adalah penggunaan metode Zero Waste to Landfill dimana penerapan sistem kelola sampah dari Waste4Change yang menerapkan pemilahan sampah di sumber dan memastikan pengolahan untuk seluruh sampah tanpa ada yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan adanya pelaporan alur sampah yang komprehensif.
Baca Juga: Sandiaga Mau Revisi UU ITE, Mahfud MD: Silahkan Berdebat di DPR
“Tahun ini kami akan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pengelolaan sampah secara menyeluruh di Jakarta. Ini langkah yang baik untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah," pungkas Sano melalui siaran pers yang diterima Suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan