Sementara, jumlah total pesanan menjelang Imlek bisa mencapai 2 ton banyaknya. Wow banget kan, travelers?
BACA JUGA: Terlihat Sepele, Tapi 5 Aktivitas Ini Dianggap Tabu Saat Imlek
Tak hanya jumlahnya yang banyak, kue keranjang legendaris ini juga masih dibuat dengan menggunakan bahan bakar minyak tanah alih-alih gas. Ketika ditanya, Ibu Sulistyowati menjelaskan bahwa hal tersebut dapat berpengaruh pada rasa.
''Kalau pakai gas, matengnya tidak menyeluruh. Bagian dalamnya bisa belum mateng. Makanya pakai minyak tanah.''
Setelah menjelaskan panjang lebar pada kami pun, Ibu Sulistyowati kembali sibuk dengan pekerjaannya. Mulai dari menyiapkan cetakan, mengawasi kukusan, hingga melayani para pembeli yang hendak mengambil pesanan.
Usut punya usut, produksi kue keranjang Ibu Sulistyowati ini memang sudah populer hingga luar Jogja. Beberapa pesanan datang dari luar kota, seperti Magelang hingga Purworejo.
BACA JUGA: Pekan Budaya Tionghoa 2019 Kembali Digelar, Catat Tanggalnya!
Maka tak heran, di hari-hari menjelang Imlek, tempat produksi kue keranjang ini menjadi begitu ramai dan sibuk. Guideku.com bahkan sempat berbincang sejenak dengan seorang pembeli yang sudah memesan 8 kg kue keranjang sebelumnya.
''Pertama tahu tempatnya dari temen. Ini udah 5 tahun langganan, beli untuk keluarga, tetangga sama teman-teman,'' kata Marisa, salah satu konsumen setia kue keranjang Ibu Sulistyowati. ''Udah biasa juga beli di sini, karena homemade dan rasanya jauh lebih enak.''
Baca Juga: Gagal Kencan, Evie Kapak Kepala Orang di Minimarket
Kendati demikian, bukan berarti Sulistyowati terus memproduksi kue keranjang setiap tahun. Begitu Imlek berlalu, maka rumah produksinya pun akan berganti membuat bak cang dan kue mangkok.
Tertarik juga untuk mencoba mengintip proses pembuatan kue keranjang di tempat ini? Atau mungkin travelers malah mau coba-coba buat kue keranjang sendiri?
GuideKu.com/Amertiya Saraswati
Berita Terkait
-
Mengintip Honda GL150: Inikah Penerus GL Pro Neotech yang Legendaris? Harga Kelas Premium
-
Bagaimana Cara Mengetahui Shio Berdasarkan Tahun Lahir? Ini Penjelasan yang Mudah Dipahami
-
Gamer Indonesia Siap-siap Ragnarok Online Classic Buka Server EDDGA dengan Progres Cepat
-
Jose Luis Chilavert: Kiper Legendaris Paraguay Pencetak 67 Gol!
-
Bakso Lapangan Tembak Senayan: Legenda Kuliner yang Kini Hadir dengan Layanan Digital Lebih Praktis
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam
-
Eks Kaesang Felicia Tissue Buktikan Move On Total, Ini Kabar Terbarunya dengan Calon Suami
-
Cara Download Logo Hari Pramuka 2026, Lengkap dengan Link Resminya
-
Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto
-
Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!
-
Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan
-
Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi
-
Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026
-
Misteri Kunci Hilang Terjawab: Sebulan Diincar, Mobil Avanza di Bandar Lampung Raib Digasak
-
Stop 'Pencet Setuju' Tanpa Baca! Inovasi Layanan Jadi Kunci Agar Kuota Internet Gak Hangus