Suara.com - 5 Ciri Egois dalam Hubungan, Kamu Termasuk?
Keseimbangan komunikasi dalam hubungan sangat penting. Sering ingin didengarkan daripada mendengar keinginan atau pendapat pasangan, ternyata menandakan Anda pasangan yang egois lho.
Keegoisan menjadi salah satu masalah yang paling sering dibahas. Berikut ciri orang egois dalam hubungan dilansir HelloSehat. Apakah Anda termasuk ke dalamnya?
1. Selalu ingin didengarkan
Ciri pertama orang yang egois adalah selalu ingin didengarkan tapi tak pernah mau melakukan hal yang sama pada pasangannya. Selama ini coba ingat-ingat, kapan terakhir kali Anda mendengarkan curhatan pasangan dengan saksama tanpa menyelanya?
Sangat wajar jika Anda ingin dipahami dan didengarkan saat memiliki keluhan hidup. Akan tetapi, tidak melakukan hal yang sama pada pasangan menjadi sebuah kesalahan besar yang perlu segera diperbaiki. Pasangan Anda juga pasti butuh orang yang bisa mendengarkannya saat ia dirundung masalah dan Anda salah satu orangnya. Belajar lebih peka, dengarkan dengan baik, dan berikan respon sesuai ceritanya.
2. Selalu merasa benar
Saat ada dua orang yang berhubungan tandanya ada dua kepala yang memiliki dua argumen berbeda. Ciri orang egois adalah ia yang selalu merasa bahwa pendapatnya benar dalam segala hal. Sekarang, pernahkah Anda merasa begitu? Pernahkah Anda memberikan ruang untuk pasangan berpendapat dan mendengarkan pendapatnya?
Jika selama ini Anda selalu memaksakan kehendak dan menganggap semua keputusan yang dibuat adalah benar, itu hanya untuk diri Anda sendiri. Pasangan yang tidak egois adalah ia yang mencari jalan tengah dalam masalah saat berbeda pendapat. Bukannya justru memaksakan pendapatnya sendiri yang menurutnya benar padahal belum tentu.
Baca Juga: Bamsoet Sebut Perang Proxy Ancam Generasi Milenial Indonesia
3. Tidak memikirkan keinginan dan kebutuhan pasangan
Dalam sebuah hubungan yang sehat biasanya satu sama lain akan memikirkan kebutuhan atau kesenangan pasangannya. Sebaliknya, hubungan yang egois terjadi ketika salah satu pihak tidak berlaku saling. Contoh mudahnya, Anda sangat suka masakan Jepang sementara pasangan tidak menyukainya dan lebih suka makanan Indonesia.
Namun dalam setiap kencan, Anda selalu harus ke restoran Jepang tanpa menanyakan terlebih dahulu pada pasangan. Hal sederhana seperti ini sangat menunjukkan keegoisan Anda dalam berhubungan. Cobalah untuk sedikit lebih peka dan menurunkan keegoisan dengan memikirkan juga apa yang pasangan Anda senangi.
Anda tidak akan pernah rugi melakukan hal ini. Justru hal ini membuat hubungan Anda berdua semakin kuat karena saling memahami dan peduli akan keinginan masing-masing.
4. Mendiamkan pasangan saat marah
Menurut Marni Feuerman, seorang ahli terapi pernikahan dan keluarga di Amerika Serikat, mendiamkan pasangan saat Anda merasa marah ternyata bisa membuatnya tertekan. Bagi Anda mungkin ini jalan terbaik karena Anda sudah terlalu malas untuk berbicara.
Namun, bagaimana masalah bisa selesai jika tidak dibicarakan? Pasangan bukanlah cenayang yang bisa menebak keinginan Anda. Untuk itu, bicarakan baik-baik, temukan penyebab masalahnya, dan cari solusinya bersama-sama agar salah satu ciri orang egois yang satu ini tak lagi melekat pada Anda.
5. Mengancam untuk mengakhiri hubungan jika tak dituruti keinginannya
Di dunia ini, tidak semua hal yang Anda inginkan bisa Anda dapatkan, begitupun dalam hubungan. Ketika ancaman mengakhiri hubungan selalu dilontarkan setiap kali tak mendapat yang diinginkan, tandanya Anda egois. Padahal bisa jadi pasangan tidak mengabulkannya karena hal itu buruk untuk Anda dan hubungan yang sedang dijalin.
Ingat, tidak semua hal yang Anda mau itu adalah yang terbaik. Ketika menjalin hubungan, Anda harus lebih terbuka akan perbedaan pendapat dan keinginan. Solusi yang terbaik bukanlah mengancam putus atau bercerai, melainkan mencari jalan tengah agar kedua belah pihak sama-sama terakomodir keinginannya.
Jika Anda memiliki sikap seperti di atas saat memperlakukan pasangan, maka Anda adalah pasangan egois. Intropeksi diri agar hubungan tetap langgeng dan pasangan Anda makin cinta, tidak egois dalam hubungan itu baik untuk keberlangsungan hubungan yang sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Makna Imlek bagi Detektif Jubun: Menata Hati, Menjaga Integritas
-
Dari 2.000 Meter ke 30 Hektare: Kisah Rosita dan Hutan Organik yang Tumbuh dari Keteguhan
-
5 Rekomendasi Air Fryer Low Watt Terbaik, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Dari Hangout ke Syuting, Begini Cara Cassandra Lee Pilih Parfum Sesuai Mood
-
Doa Bangun Tidur Arab, Latin, dan Artinya
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Low Watt untuk Keluarga Baru
-
Mumpung Belum Terlambat: Bacaan Niat, Syarat, dan Batas Melakukan Qadha Ganti Hutang Puasa Ramadhan
-
Jadwal Libur Sekolah Awal Puasa 2026, Sambung Imlek Sampai Satu Minggu
-
Cheongsam untuk Cowok Namanya Apa? Ini Ciri-ciri Desain dan Warnanya
-
6 Rekomendasi Cheongsam Adidas untuk Tampil Keren di Imlek 2026