Suara.com - Ketika menjalani prosesi Nyepi, umat Hindu akan Tapa Brata Penyepian, dengan tidak melakukan empat pantangan, amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati geni (tidak menyalakan api), hingga amati lelanguan (tidak bersenang-senang).
BACA JUGA:
Memperingati Nyepi 2019, Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan Gilimanuk Ditutup
Tak Tahu Etika, Aksi Jarah Uang Dalam Sesajen Upacara Melasti Bikin Geram
Maka tidak heran, tatkala ritual ini dijalankan sedari matahari terbit pada pukul 06.00 pagi hingga 24 jam ke depan pada pukul 06.00 pagi keesokan harinya, aktivitas di Bali akan terhenti.
Jadi, jika Anda sedang berlibur di Bali, ini 4 hal yang harus Anda lakukan saat Nyepi. Apa saja?
Membeli tiket transportasi sebelum atau sesudah Hari Raya Nyepi
Saat Hari Raya Nyepi berlangsung, bandara, pelabuhan hingga terminal akan berhenti beroperasi selama 24 jam.
Jika ingin berpergian dari maupun menuju Bali, pesanlah tiket keberangkatan sebelum dan sesudah Nyepi.
Baca Juga: Oreo Edisi Spesial Game of Thrones 8 Tiba, Sudah Siap ?
Menyalakan penerangan dan volume suara secukupnya
Untuk menghormati penduduk setempat yang merayakan Hari Raya Nyepi, usahakan untuk tidak berlebihan dalam menyalakan penerangan di dalam hotel dan volume suara pada benda elektronik.
Menyediakan bekal makanan dan obat-obatan
Saat Hari Raya Nyepi, semua toko di Bali akan berhenti beroperasi, so sediakanlah makanan, cemilan dan obat-obatan.
Jika sakit saat Hari Raya Nyepi di Bali
Jika Anda atau anggota keluarga Anda mendadak sakit, hubungi secara mandiri atau lapor petugas hotel untuk menelepon rumah sakit terdekat untuk mendatangkan ambulans.
Karena, saat Nyepi hanya ambulans yang diperbolehkan beroperasi.
Berita Terkait
-
Bali Dijual untuk Dunia, tetapi Semakin Sulit Dijangkau Orang Lokal
-
Diskon Tiket Kereta hingga Kapal Laris Manis, Serapan Stimulus Tembus 98%
-
500 Tukik Penyu Kembali ke Laut, Wisata Konservasi Bali Makin Diminati
-
Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, Mengapa Koruptor Tak Diperlakukan Sama?
-
Surga Tersembunyi di Jalur Pantura Situbondo:Catatan Perjalanan ke Utama Raya Beach
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan