Suara.com - Masakan Indonesia cukup dikenal di Paris, kok bisa? Adalah Melda Indriyani Kaunang yang melihat pasar tersebut hingga membuka sebua restoran khas masakan Indonesia di Paris.
Belum lama ini Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya melakukan kunjungan di Paris.Tak sekadar berkunjung, Menpar Arief Yahya bahkan sempat mampir ke 3 restoran di Prancis yang bekerjasama dengan Co Branding Wonderful Indonesia. Salah satunya yakni restoran Borneo a Paris milik wanita Indonesia bernama Melda Indriyani Kaunang.
Menpar Arief Yahya bahkan sempat berbincang dengan wanita muda asal Balikpapan, Kalimantan Timur yang satu ini.
Lewat Instagramnya, Menpar Arief Yahya menceritakan kekagumannya pada pemilik restoran Borneo a Paris ini dikutip dari GuideKu.
Menyajikan berbagai kuliner Nusantara, bukan hal mudah bagi Melda saat pertama kali merintis restoran Borneo a Paris ini.
Menggunakan kredit sendiri, Melda bahkan sempat ditolak 15 kali saat ingin mengajukan pinjaman ke bank.
Kini bisnisnya telah berkembang, Melda saat ini telah memiliki restoran dengan luas 100 meter persegi di kota Paris.
Kuliner Indonesia masakan Borneo a Paris ini terbilang sangat diminati oleh warga Prancis khususnya.
Salah satu menu yang menjadi andalan Borneo a Paris tersebut di antaranya adalah nasi rendang.
Baca Juga: BPN: Pemerintahan Jokowi Produksi Hoaks Soal Pembebasan Siti Aisyah
''95 persen customen orang Prancis. Sisanya, yang 5 persen separuh orang Indonesia sisanya orang Malaysia,'' ungkap Menpar Arief Yahya dikutip dari Instagram miliknya.
Bukan hanya nasi rendang, nasi goreng, gado-gado serta tempe penyet pedas juga jadi menu andalan di restoran Borneo a Paris ini.
Restoran kuliner Indonesia bernama Borneo a Paris ini beralamat di Marche Vaughirard, 30-32 Boulevard de Vaugirard, 75015 Paris, Perancis.
Buat travelers yang sedang berlibur atau ingin sekolah di Prancis, jangan khawatir rindu masakan restoran kuliner Indonesia, ada 'Borneo a Paris' lho. (Arendya Nariswari)
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital
-
Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Vietnam: Mitchell Baker Juru Gedor, Thom Haye Kunci
-
Bukan Pagar Malnya yang Salah, Diamnya Manajemen Dinilai Bikin Geram
-
Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra
-
Lapas Jadi Markas Penipuan Online, Polda Jatim Bongkar Sindikat Emas Palsu
-
Pembangunan RS Regional di Gowa Dekatkan Layanan Kesehatan di Wilayah Pegunungan
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Bahlil Buka Suara Soal Ekspor Mineral Tertahan, Kandungan Logam Tanah Jarang Jadi Sorotan
-
Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya