Suara.com - Indonesia Kalahkan Amerika Serikat Posisi Kebiasaan Membaca Terlama Lho.
Gerakan membaca buku selalu digaungkan berbagai pihak. Namun di era melek teknologi seperti sekarang, kebiasaan membaca buku seringkali tergeser dengan kebiasaan menggunakan media sosial.
Nah kabar baiknya Indonesia menempati urutan ke-16 dari 32 negara dengan kebiasaan membaca buku terlama, yakni enam jam sehari. Disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando angka ini tergolong menggembirakan karena Indonesia mengalahkan negara lain seperti Spanyol, Amerika Serikat bahkan Jepang.
"World Reading Habit disurvei 4 lembaga Unesco mengungkapkan bahwa Indonesia berada di urutan 16 dari 32 negara. Lebih baik dari Jepang, Korea, Jerman. Nomor 1 India dengan rata-rata membaca selama 10 jam 42 menit dan disusul Thailand 9 jam 24 menit," ujar Syarif di sela-sela pembukaan Rakornas Bidang Perpustakaan, di Jakarta, Kamis (14/3/2019).
Syarif menambahkan, saat ini bangsa Indonesia sedang berjuang untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia. Salah satunya bisa dicapai dengan meningkatkan indeks literasi.
"Pasca kemerdekaan jumlah penduduk yang bisa baca hanya dua persen sampai Bung Karno jalan kaki dari Blitar ke Tulungagung untuk mengajari orang membaca. Makanya dalam setiap kesempatan beliau menyampaikan perbedaan negara maju dengan negara terbelakang cuma ada satu yaitu kegemaran membaca," imbuh Syarif.
Ia mengatakan bahwa tingkat literasi suatu bangsa mempengaruhi bagaimana sumber daya manusia didalamnya dalam menciptakan barang dan jasa. Negara yang maju kata dia memiliki potensi luar biasa yang tak lepas dari kegemaran membaca buku.
Dalam Rakornas ini, Syarif mengajak seluruh ahli perpustakaan untuk saling berjibaku dalam membangun perpustakaan di daerah. Daerah yang sudah maju perpustakaannya diharapkan dapat berbagi pada daerah lainnya untuk mereplika keberhasilannya.
"Rakornas adalah forum berharga untuk tukar informasi untuk perkembangan perpustakaan di Indonesia. Tentu saja saat ini sebagai lembaga baru di daerah, dari 2016 masih ada 32 kabupaten kota yang belum terbentuk kelembagaan. Ada yang karena terbatasnya APBD dan ada yang karena terbatas SDM," ujar dia.
Baca Juga: Juara All England, Menpora Siapkan Bonus dan Kejutan untuk Hendra / Ahsan
Syarif berharap gubernur mengalokasikan dana daerahnya untuk membangun perpustakaan. Menurutnya, perpustakaan sebagai pusat literasi tidak akan terwujud jika daerah tidak mempedulikan pentingnya pemeliharaan, pemanfaatan perpustakaan terutama di desa dan daerah perbatasan.
"Jangan bicara kualitas SDM kalau tidak bicara soal baca. Jangan bicara soal baca jika perpustakaannya tidak mampu menjangkau masyarakat," tandas dia usai menyebut Indonesia urutan ke 16 dalam kebiasaan membaca terlama di dunia tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI