Suara.com - Kenapa Kursi Pesawat Harus Ditegakkan saat Take Off dan Landing?
Mungkin ini penjadi pertanyaan semua penumpang pesawat, kenapa awak kabin selalu menginstruksikan penumpang untuk menegakkan sandaran kusi saat pesawat take off dan landing? Kemudian ditambah dengan membuka penutup jendela dan melipat meja.
Nah, sebenatar lagi Anda akan mendapatkan jawabannya. Laporan Travel and Lesisure menyebut, Federal Aviation Administration (FAA) membuat ketentuan itu untuk memudahkan para penumpang menyelamatkan diri ketika pesawat mengalami guncangan maupun gangguan.
Posisi kursi yang ditegakkan dan meja yang terlipat dapat meminimalisir cedera pada penumpang. Kursi yang tak berada dalam posisi tegak sempurna serta meja yang terbuka juga dapat menyebabkan penumpang kesulitan saat hendak menyelamatkan diri.
Selain itu, saat kursi berada di posisi menjorok ke belakang, besar kemungkinan dapat memudahkan benturan pada wajah penumpang yang duduk di belakang.
''Para penumpang lebih dapat bersiaga jika duduk dalam posisi tegak,'' tegas Britain's Civil Aviation Authority seperti dikutip dari The Independent.
Selain diumumkan tatkala take off dan landing, instruksi ini juga digaungkan tatkala pesawat mengalami guncangan.
Sementara itu, instruksi untuk membuka jendela difungsikan agar memudahkan kru kabin melihat kondisi di luar pesawat. Jendela yang terbuka juga dapat memudahkan kru kabin melihat pintu mana yang dapat digunakan tatkala evakuasi. (Aditya Prasanda)
Baca Juga: Carlos Ghosn Bebas Bersyarat, Aliansinya Lakukan Putusan Begini
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
Terkini
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini
-
Ulasan Novel Halaman Terakhir, Ketika Kekuasaan Dapat Membungkam Keadilan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
GMFI Mulai Cari Cuan dari Pesawat Militer
-
9 Dosa Daycare Little Aresha Terungkap di Sidang Perdana, Anak Dikurung hingga Dibiarkan Kehausan
-
Blunder Anak John Herdman Berujung Kekalahan Bali United, Johnny Jansen Pasang Badan
-
Ha Young Main Drama Apa Saja? Disorot gara-gara Kontroversi Buyut Pro-Jepang
-
Harapan dan Capaian di Hari Jadi Ke-81 Jateng
-
Aroma Rokok Kretek Membekas di Ingatan Maarten Paes Saat Pertama Tiba di Jakarta