Suara.com - Enting-enting, jajanan lebaran khas Tulungagung, Jawa Timur ini memiliki cita rasa memikat dengan perpaduan gula merah dan kacang tanahnya yang gurih.
Berbeda dengan jajanan tradisional lainnya, enting-enting termasuk kue kering yang memiliki tingkat keawetan cukup lama, betapapun diolah tanpa menggunakan bahan pengawet sama sekali.
Konon, hal ini disebabkan gula jawa sebagai bahan dasar enting-enting mengandung bahan pengawet alami yang telah digunakan sejak zaman dahulu.
Untuk mengolah enting-enting, gula merah dimasak bersama air di dalam tungku. Setelah mencair, olahan enting-enting ditaburi kacang sebelum akhirnya dibentuk kecil-kecil hingga mengering.
Kenikmatan jajanan tradisional ini juga berasal dari kandungan takaran airnya yang pas. Sehingga tidak menghasilkan enting-enting dengan cita rasa manis yang berlebihan.
Selain itu timing pengolahan dan pecampuran bahan menjadi faktor penting yang menentukan tingkat kenikmatan camilan khas ini.
Di Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, salah satu kawasan penghasil enting-enting dengan kualitas terbaik di Tulungagung, enting-enting masih diolah dengan cara tradisional.
Industri rumahan enting-enting di desa ini bahkan sanggup melintasi empat generasi hingga hari ini konsisten dijajakan ke berbagai pasar tradisional setempat.
Baca Juga: Makan Jajanan Pasar yang Dimasak Koki Hotel Berbintang, Ini Tempatnya!
Berita Terkait
-
Kebakaran Bromo Meluas, 520 Hektare Taman Nasional Hangus
-
Kemiren: Menenun Kesejahteraan dari Tanah Osing ke Panggung Dunia
-
Api Masih Berkobar di Bromo, Jalur Wisata Ditutup Sementara
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
-
Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Impact Investing Indonesia Tembus 1,5 Miliar Dolar AS, Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan Dampak
-
Harga Emas di Pegadaian Naik! Cek Rincian Logam Mulia Galeri24 dan UBS Hari Ini
-
Mengapa Sepatu Putih Berubah Kuning setelah Dicuci? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
-
Kumpul Jelang HUT RI, Sekjen Koalisi Prabowo Bahas Penguatan Kabinet dan Masalah Puluhan Tahun
-
Jembatan Putus Way Pengubuan Belum Juga Diperbaiki
-
Nasib ABK WNI Pascaserangan kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandeb Yaman Masih Dicari
-
Saham BUMN Ada yang Berpotensi Delisting, Danantara Mau Fokus Ini
-
Kinerja Bank Besar Melaju Pada Kuartal II, BFIN dan BBCA Jadi Saham Kejutan
-
Lockbox Terasa Seperti Dua Film yang Dipaksa Menjadi Satu
-
Pengamanan Diperketat, Helikopter dan Rantis Disiagakan Jelang Kedatangan Prabowo di DPR