Suara.com - Mudik Aman Saat Hamil, Ini Panduan Saat Bepergian.
Tradisi mudik menjadi hal yang dilakukan jelang Lebaran atau Idul Fitri, namun sering kali menjadi momok menakutkan bagi ibu hamil, hingga mengurungkan niat untuk mudik.
Padahal, mudik saat hamil bisa dilakukan dengan aman, selama Anda melakukan persiapan yang tepat dilansir Hello Sehat.
Kemana pun Anda pergi, cari tahu fasilitas kesehatan apa yang ada di tempat tujuan jika Anda memerlukan perawatan medis yang mendesak. Sebaiknya selalu membawa catatan medis bersalin Anda sehingga Anda dapat memberi dokter informasi yang relevan jika diperlukan.
Pastikan asuransi perjalanan Anda melindungi Anda untuk segala kemungkinan, seperti perawatan medis terkait kehamilan selama persalinan, kelahiran prematur atau kondisi lainnya yang terkait dengan kehamilan Anda.
Kenakan sabuk pengaman Anda dengan tali silang antara payudara Anda dan tali pangkuan melewati panggul Anda di bawah perut Anda, bukan tepat di perut Anda.
Minum yang cukup dan terus makan untuk kesehatan bayi Anda, bahkan jika Anda tidak nafsu makan di jalan.
Jika Anda memilih mudik dengan bus, pastikan ada toilet dalam bus tersebut.
Bus cenderung memiliki ruang gerak yang lebih sempit dan toilet yang kecil, sehingga sebaiknya Anda tetap duduk saat bus bergerak agar lebih aman. Jika Anda harus menggunakan kamar kecil, pastikan untuk memegang tempat duduk untuk menjaga keseimbangan.
Berhenti sejenak untuk istirahat dan meregangkan kaki untuk menjaga sirkulasi darah bila Anda melakukan perjalanan darat dengan mobil.
Entah Anda naik mobil, bus, kereta api, atau pesawat, berikut beberapa tips umum mudik saat hamil yang perlu diperhatikan.
Baca Juga: Tiket Pesawat Jakarta-Pekanbaru Rp 6 Juta, Mudik ke Tokyo Hanya Rp 4,1 Juta
Mudik saat hamil dengan kereta api
Bila Anda mau mudik dengan kereta api, usahakan untuk memesan tempat duduk yang dekat dengan toilet. Terutama bila Anda sering mengalami mual dan muntah selama kehamilan. Lagipula, ibu hamil memang biasanya jadi lebih sering buang air kecil.
Kalau perjalanan dengan kereta api cukup lama, siapkan bekal berbagai makanan sehat untuk di jalan atau untuk sahur dan buka puasa.
Anda juga bisa melakukan berbagai peregangan ringan selama perjalanan. Misalnya memutar-mutar bahu atau badan dan melakukan peregangan kaki. Peregangan kaki cukup mudah dilakukan, angkat kaki Anda dan tekuk ke arah perut kemudian luruskan ke depan (selonjor) lalu turunkan lagi. Ulangi pada kedua kaki selama beberapa kali.
Mudik saat hamil dengan pesawat
Naik pesawat saat hamil tidak berbahaya bagi Anda atau bayi Anda, tetapi diskusikan masalah kesehatan apa pun atau komplikasi kehamilan dengan bidan atau dokter Anda sebelum Anda pergi.
Kemungkinan mengalami persalinan secara alami lebih tinggi setelah 37 minggu atau sekitar 32 minggu jika Anda hamil bayi kembar. Juga, mungkin beberapa maskapai penerbangan tidak akan membiarkan Anda terbang menjelang akhir kehamilan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya