Gara-gara film Avengers: Endgame
Film Avengers: Endgame diketahui mencuri perhatian dunia beberapa waktu lalu. Para penggemar dibuat tergila-gila dengan akhir dari film tersebut.
Alhasil, apapun yang bertema superhero besutan Marvel, pasti laris dipasaran. mulai dari pakaian, hingga action figur beberapa jagoan Avengers.
Seorang pria Hong Kong disebut memutuskan untuk membeli beberapa action figur Iron Man hingga puluhan juta setelah ia menonton Avengers: Endgame. Namun, sayangnya ternyata sang istri tak menyukai hobi kecilnya itu.
Mengutip Bastille Post, sang istri sangat tidak senang dan memutuskan untuk menjual action figur itu ketika sang suami pergi. Si istri mengunggah beberapa foto tokoh aksi dalam grup Facebook yang menjual barang-barang tersbeut dan mengatakan bahwa ia ingin menjual semuanya hanya dengan 1.000 HKD atau setara dengan Rp 1,8 juta.
"Suamiku menjadi terobsesi setelah menonton Avengers: Endgame dan setiap hari setelah bekerja, dia pulang dengan satu atau dua kotak tokoh aksi ini. Dia sudah berusia empat puluhan tetapi masih bertingkah seperti anak kecil," tulis sang istri sembari menjual action figur tersebut.
Setelah melihat unggahannya itu, banyak netizen terkejut bahwa ia melakukan ini di belakang suaminya. Mereka juga mengatakan bahwa ia menjual mainan suaminya itu dengan murah, banyak netizen yang justru mendukung untuk sang suami menceraikan istrinya itu. Duh, ada-ada saja ya
Bercerai gara-gara PUBG
Perceraian kerap terjadi karena berbagai masalah, namun alasan pasangan asal Arab Saudi bercerai mencuri perhatian publik dan tentu bikin mengelus dada.
Baca Juga: Mantan Pembantu Rumah Tangga, Wanita Ini Jadi Finalis Miss Filipina 2019
Mengutip Guffnews, seorang wanita berusia 20-an meminta perceraian karena sang suami tak mengizinkannya untuk bermain game online PUBG.
Direktur Pusat Sosial di Kepolisian Ajman, Kapten Wafa Khalil Al Hosani mengungkapkan pihaknya menerima salah satu kasus paling aneh di antara pasangan menikah karena terkait dengan game.
"Wanita itu membenarkan tuntutannya untuk bercerai dengan mengatakan bahwa dia kehilangan haknya untuk memilih sarana hiburan, saat dia mendapatkan kesenangan dan kenyamanan dari permainan," kata Kapten Al Hosani.
Sementara itu, sang suami mengungkapkan bahwa larangan untuk istrinya bukanlah masalah pengambilan hak kebebasan, tetapi hanya langkah untuk menjaga keluarganya tetap bersama. Si suami khawatir jika istrinya akan kecanduan game, yang dapat menyebabkan ia lalai dalam tugasnya terhadap rumah dan keluarganya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa
-
8 Hal yang Harus Dipersiapkan saat Pemadaman Listrik Bergilir
-
Hari Susu Sedunia 2026: Kebiasaan Kecil Minum Susu yang Bisa Berdampak Besar bagi Kesehatan
-
Keliling Jakarta Tanpa Takut Sinar UV, Menemukan Cerita di Setiap Sudut Kota
-
Silsilah Keluarga Roy Suryo, Keturunan Keraton Mana?
-
Bukan Sekadar Game, eSports Jadi Pintu Masuk Literasi Finansial dan Transformasi Digital
-
5 Moisturizer Anak untuk Mencerahkan Kulit Wajah yang Kusam dan Sensitif
-
5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
3 Shio yang Beruntung Selama 22-28 Juni 2026, Rezeki Datang Bertubi-tubi