- BRI berkolaborasi dengan kementerian dan BP Tapera untuk mengakselerasi pembiayaan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur pada Senin (3/8).
- Kemendagri mendukung penuh program tersebut melalui perencanaan terintegrasi, keringanan biaya MBR, dan efisiensi perizinan pembangunan di daerah.
- Sinergi perbankan dan regulasi ini bertujuan untuk merealisasikan hunian layak serta meningkatkan roda ekonomi kerakyatan secara tepat sasaran.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung program strategis pemerintah.
Peran sentral ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna mengakselerasi pembangunan ekosistem pembiayaan untuk Program 3 Juta Rumah, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Timur.
Kolaborasi lintas sektor ini disorot dalam agenda "Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat" yang diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (3/8).
Sinergi Perbankan dan Pemberdayaan Ekonomi Kehadiran BRI, yang diwakili oleh Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menjadi bukti nyata kesiapan perbankan dalam menopang pembiayaan perumahan sekaligus memberdayakan ekonomi kerakyatan.
Terlebih, acara ini turut dihadiri oleh masyarakat peserta program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, yang merepresentasikan integrasi yang kuat antara kepemilikan hunian yang layak dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat kelas bawah.
Dukungan Penuh Regulasi dari Kemendagri Peran aktif BRI dalam menyalurkan fasilitas pembiayaan ini diperkuat oleh ekosistem regulasi yang suportif. Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menegaskan bahwa Kemendagri mendukung penuh ekosistem pembiayaan perumahan yang dijalankan oleh BRI dan BP Tapera agar tepat sasaran.
Untuk memastikan kelancaran program pembiayaan ini di lapangan, Kemendagri memberikan kepastian operasional bagi perbankan, pengembang, dan masyarakat melalui langkah-langkah berikut:
- Perencanaan Terintegrasi: Memastikan program perumahan ini masuk dalam alur penganggaran dan perencanaan daerah, seperti RPJMD, Renstra, RKPD, hingga APBD.
- Keringanan Biaya bagi MBR: Membina pemerintah daerah (Pemda) untuk membebaskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) khusus untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
- Efisiensi Perizinan: Mendorong percepatan penerbitan PBG agar selesai maksimal dalam 10 hari melalui layanan yang cepat, transparan, dan tidak membebani masyarakat.
- Sinkronisasi Data Kelayakan: Berkoordinasi dengan BPS, Ditjen Dukcapil, dan dinas perumahan daerah untuk memetakan backlog (angka kebutuhan rumah) sehingga fasilitas kredit perbankan benar-benar tersalurkan kepada pihak yang berhak.
Melalui sinergi erat antara kapasitas pembiayaan inklusif dari BRI, ekosistem kelolaan BP Tapera, serta kepastian regulasi dari Kemendagri, diharapkan pemenuhan kebutuhan rumah yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat—sekaligus peningkatan roda ekonomi kerakyatan—dapat segera terealisasi.
Baca Juga: Kemendagri Dukung Penguatan Pembiayaan Perumahan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur
Berita Terkait
-
Dukung Generasi Emas, BRI Peduli Bawa Program Desa BRILiaN 1.000 HPK ke Kaliurang
-
Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak
-
Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!
-
Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Ekosistem Pembiayaan di Jawa Timur
-
Seskab Teddy Ternyata Berbohong Soal Sumber Anggaran MBG
-
Kebakaran Hebat di Blitar, Ibu Luka Bakar Parah Saat Api Tungku Menyambar Bensin
-
Empat Raksasa Bertemu di Semifinal, Piala Presiden 2026 Menempa Sang Juara
-
Kajian PPHN di MPR Sudah Selesai, Selanjutnya Tinggal Tunggu Sikap Presiden
-
IDI Desak Audit RS dan BPJS Usai Tragedi Yusrizal: Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Diefisiensi
-
Kekalahan Memalukan Timnas Indonesia dari Vietnam Jadi Pembahasan Unik Media Korea
-
Dukung Generasi Emas, BRI Peduli Bawa Program Desa BRILiaN 1.000 HPK ke Kaliurang
-
Sektor Pertambangan Jadi Satu-satunya Terkontraksi pada Kuartal II 2026, Ini Penyebabnya