Suara.com - Belum lama ini dunia maya digegerkan dengan video wahana ekstrem yang beredar di berbagai media sosial.
Diketahui, wahana ekstrem di Korea Selatan ini memiliki nama Gyro Drop.
Video tersebut mendadak viral usai diunggah oleh salah seorang selebtweet bernama @Mew_CG beberapa waktu lalu.
Menurut penjelasannya, Gyro Drop ini adalah salah satu permainan baru di Lotte World, Korea Selatan.
Pada umumnya, wahana terjun bebas ini akan mengangkat wisatawan menggunakan kursi lift pada ketinggian tertentu.
Setelah mencapai puncak menara, secara mendadak kursi akan dijatuhkan dari ketinggian dan akan mengerem secara otomatis sebelum sampai ke bawah.
Dalam video yang beredar, menara Gyro Drop terlihat begitu tinggi dan kursi penumpangnya dibuat menggantung pada tali mirip ayunan.
Lutut rasanya dijamin ikut bergetar saat Anda melihat video tersebut.
Tapi ternyata, dilansir Suara.com dari laman Heavy, Minggu (16/6/19) video wahana Gyro Drop tersebut palsu alias editan.
Baca Juga: Wow, Kafe di Korea Selatan Ini Punya 'Stairway to Heaven'
Video tersebut diedit menggunakan Computer Generated Imagery (CGI) sehingga wahana tampak tinggi dan ekstrem.
Kebenaran video ini turut diungkapkan oleh akun Twitter @Ur_Usual_Bomber.
Akun ini mengatakan bahwa wahana Gyro Drop tak se-ekstrem video yang beredar.
Gyro Drop di Lotte World sendiri dikenal menjadi daya tarik wisatawan saat berlibur ke Korea Selatan.
Untuk mencoba wahana ini pengunjung harus menjalani pengukuran tinggi badan dan melalui pemeriksaan usia terlebih dahulu.
Batasan umur yang boleh menaiki Gyro Drop adalah pengunjung berusia 14-65 tahun.
Jadi bagaimana? Anda tertarik untuk menguji adrenalin lewat Gyro Drop di Lotte World ini saat berlibur ke Korea Selatan?
Berita Terkait
-
Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali
-
Begini Cara Warga Israel Masuk Indonesia hingga Bisa Pelesir ke Bali hingga Toraja
-
Viral 3 Turis Diduga IDF Diusir dari Gym, Media Israel Sebut Bali Tak Lagi Ramah
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Viral WNA Diduga Tentara IDF di Bali, Arya Wedakarna Malah Jadi Pengikut PM Israel
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik