Suara.com - Tumpeng, gunungan nasi kuning berpagarkan aneka sayur dan lauk ini merupakan hidangan yang lazim disuguhkan dalam berbagai kenduri maupun syukuran di Indonesia.
Manifestasi harapan dan doa ini menurut Ria Musiawan, presiden Indonesia Gastronomy Association (IGA) juga melambangkan hubungan antara Sang Khalik dan mahluknya.
Sebab hal tersebut, menyikapi tumpeng, tak sembarang cara dapat dilakukan. Seperti halnya tradisi potong tumpeng yang salah kaprah selama ini.
''Kebiasaan memotong tumpeng harus diperbaiki, karena berpotensi merusak nilai filosofis tradisi tumpengan,'' ujar Ria, seperti dikutip Suara.com dari Antaranews.
Menurut Ria, sebab tumpeng merupakan simbol hubungan Tuhan dan mahluknya, memotong tumpeng dapat diartikan memutus hubungan tersebut.
Maka semestinya, Ria berpendapat, tumpeng yang merupakan simbol dari gunungan yang bersifat awal dan akhir, sebaiknya tidak dipotong melainkan dikeruk.
''Jika (tumpeng) dipotong, seolah-olah kita memotong hubungan dengan Tuhan, sebab puncak tumpeng menyimbolkan tempat bersemayam Sang Pencipta,'' tambah Ria.
Mengeruk tumpeng pun tak dapat sembarang dilakukan. Tumpeng hanya boleh dikeruk melalui sisi samping dari bawah. Lantas si empu yang mengeruk tumpeng memejamkan doa dalam hati.
Selain itu, penting kiranya si pemimpin kenduri menjelaskan sekilas makna tumpeng pada para hadirin.
Baca Juga: Ini 3 Kafe yang Mengizinkan Kamu Membawa Hewan Peliharaan
Sebab konon, di zaman dahulu, para tetua akan menceritakan terlebih dahulu sekilas makna tumpeng sebelum disantap bersama.
Berita Terkait
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, Wisatawan Dilarang Mendekat
-
5 Clay Mask Berbahan Vulkanik untuk Mengecilkan Pori-pori Lengkap dengan Review Pengguna
-
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemprov Banten Liburkan Sekolah dan Terapkan PJJ 3 Hari
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Bupati Pemalang ke Rumah Media Posko Pemenangan
-
6 Fakta Warga Bogor 'Panic Buying' Masker Imbas Erupsi Krakatau: Stok Apotek Ludes
-
Malaysia Desak Nama Perusahaan Pelaku Karhutla Dibuka, DPR Buka Suara
-
Gojek, KAI, & Pemkot Bogor Kolab Dukung Perjalanan Komuter di Stasiun Bogor
-
Di Tengah Abu Anak Krakatau, Bandara Atung Bungsu Pagar Alam Jadi yang Pertama Kembali Normal
-
Prabowo Pertimbangkan BMKG dan Badan Geologi Diintegrasikan
-
Partikel Abu Vulkanik Lebih Halus dari Bedak Bayi, Stella Christie Imbau Mahasiswa 'Stay Indoor'