Suara.com - Cara duduk pasangan kekasih di sofa rupanya bisa mengatakan banyak hal tentang hubungan antara mereka. Ahli bahasa tubuh, Dr Georgina Barnett menemukan tujuh posisi paling umum duduk di sofa bersama pasangan dan menganalisis apa artinya.
Melansir dari Metro yang dirangkum dari scs.co.uk, hal ini juga didasarkan pada sebuah jajak pendapat yang melibatkan lebih dari 2.000 orang dalam hubungan dengan spesialis sofa dan karpet. Apa saja? Yuk, simak!
1. Duduk di sofa berbeda
Menurut Dr Barnett, ini tidak menunjukkan pasangan sudah bersama cukup lama dan terbiasa dengan satu sama lain. Posisi duduk ini dapat menunjukkan bahwa pasangan telah nyaman menjalani kehidupan yang terpisah.
2. Kaki di pangkuan
Dr Barnett mengatakan bahwa orang dengan kaki di atas pasangannya adalah orang yang memegang kendali. Hal itu karena mereka menuntut perhatian dan mereka memiliki posisi dominan. Namun, mereka sama-sama nyaman.
3. Berdampingan tapi tidak berpelukan
Pasangan yang duduk di posisi ini memiliki kepercayaan diri dalam hubungan dan tingkat kepercayaan yang memungkinkan jumlah ruang yang sehat. Ada keintiman yang dikombinasikan dengan kebebasan.
4. Di ujung sofa
Baca Juga: Nekat, Pasangan Kekasih Mendaratkan Pesawat di Puncak Gunung Mont Blanc
Posisi ini sering digunakan sebagai perilaku protes atau untuk membuat batas saat pertengkaran terjadi. Posisi duduk ini juga dapat menunjukkan bahwa pasangan yang duduk seperti ini telah tumbuh terpisah, terutama jika mereka sebelumnya duduk berdekatan.
5. Berpelukan di sudut
Pasangan yang kerap berpelukan di sudut sofa menunjukkan kepercayaan diri dan kekuatan dalam hubungan. Pasangan yang berada di tengah merasa aman dan terjamin.
6. Berpelukan di tengah
Dr Barnett mengatakan cara duduk di sofa yang satu ini dapat dilihat sebagai salah satu posisi yang paling penuh kasih karena menunjukkan kesetaraan tetapi juga rasa koneksi. Jika kepala pasangan juga bersandar, ini menunjukkan kuatnya hubungan emosional dan fisik.
7. Berpelukan di sudut sambil menyelipkan kaki
Posisi ini menandakan bahwa satu orang lebih dominan dan pasangannya cenderung lebih tunduk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
-
Real Madrid Foundation Bagi Ilmu, Pelatih Indonesia Belajar Pembinaan Usia Muda
-
Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK
-
Kerja HR Makin Efisien, Cari Kandidat Tepat Tak Lagi Ribet
-
Cerita Heroik Warga Hadang Massa, Cegah Halte Petamburan Dibakar
-
Sincerely, Estafet Karya Legenda Jepang Haruomi Hosono Setelah Note of Mothership di Album ke-23
-
Ajarkan Anak Soal Uang Sejak Dini, Mulai dari Bedakan Kebutuhan dan Keinginan