Suara.com - Sederhananya, belahan jiwa mengacu pada gagasan bahwa ada satu orang di luar sana yang ditakdirkan untuk menjadi pelengkap hidup kita. Namun, tak sedikit pula orang yang meyakini bahwa Anda dapat memiliki beberapa belahan jiwa dalam hidup. Jadi, tak hanya satu.
Namun, keyakinan yang paling umum diterima hingga saat ini mengatakan bahwa hanya ada satu orang di dunia yang merupakan belahan jiwa kita, bahwa orang itu adalah pasangan yang cocok untuk kita, dan bahwa kita harus menemukan sang belahan jiwa untuk merasa bahagia dalam cinta dan pernikahan. “Lebih jauh, gagasannya adalah jika kita menemukan belahan jiwa, hubungan akan sempurna dan bahagia,” kata Joseph Cilona, PsyD, psikolog klinis berlisensi di Manhattan.
Dilansir dari womenshealth, padahal nyatanya, menemukan belahan jiwa atau tidak, sebuah hubungan tetap bisa berjalan dengfan baik. Asalkan, masing-masing individu menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dan efektif, mengembangkan rasa saling percaya, saling menghormati, dan saling peduli.
Dan yang perlu diingat, sangatlah penting untuk memiliki pasangan hidup yang tidak ingin mengubah diri Anda. Menerima pasangan secara keseluruhan adalah kunci yang membuat hubungan berjalan baik dan hebat.
Dan jika Anda saat ini lajang dan punya kesempatan untuk berkencan dengan seseorang, Anda tentu tidak ingin gagasan tentang belahan jiwa ini mencegah Anda mendapatkan pasangan potensial, hanya karena si dia tidak tampak seperti belahan jiwa yang Anda impikan. Iya, kan? (Rosalin Febriyanti)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung