Suara.com - Kekayaan ragam dan potensi budaya bangsa Indonesia bisa diekspresikan dalam berbagai jenis kreativitas, yang bisa menjadi sumber aktivitas ekonomi yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Daya cipta dan daya pikir manusia, serta karya intelektual sebagai hasilnya pun telah menjadi komoditi yang lebih berkelanjutan, sehingga dikenal sebagai sektor Ekonomi Kreatif.
Hal inilah yang perlu disampaikan dan dibahas bersama dalam "Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2019", yang diselenggarakan di Ternate, Maluku Utara, pada 2-7 September 2019. ICCF merupakan ruang penting bagi kabupaten dan kota untuk saling bertukar pikiran dan menjalin kerja sama dalam sektor ekonomi kreatif.
Sebagai inisiator ICCF, Indonesia Creative Cities Network (ICCN) pun telah menyiapkan 11 jurus untuk mengembangkan dan mengelola kabupaten dan kota melalui potensi kreativitas, salah satunya adalah Forum Lintas Komunitas.
“Sebagai negara dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi dalam seluruh aspek kehidupan, Indonesia selalu dihadapkan pada tantangan multidimensi dalam menyediakan peri kehidupan yang layak,” kata Fiki Satari, Ketua Umum ICCN.
“Bahkan menjadi permasalahan tersendiri, ketika terjadi kesenjangan yang makin menajamkan perbedaan, yang mengarah ke risiko friksi sosial hingga radikalisme. Namun keragaman ini pula yang memberikan peluang besar bagi kreativitas untuk terus berkembang, bahkan hingga menjadi solusi bagi lingkungan terdekatnya. Selain itu juga memberikan ruang bagi berlakunya inovasi sosial yang erat dengan dinamika dan perkembangan gaya hidup dan daya dukung kota,” lanjut Fiki.
Banyak kabupaten dan kota di Indonesia yang telah berhasil membentuk Forum Lintas Komunitas sebagai pencipta solusi kreatif bagi permasalahan sosial dan keseharian masyarakat. Paguyuban atau perkumpulan warga yang didasari aktivitas kreatif ini bahkan dapat berdampak positif pada perekonomian daerah, contohnya seperti di Kota Bandung dengan Bandung Creative City Forum (BCCF), Kota Malang dengan Malang Creative Fusion, Kota Kendari dengan Kendari Kreatif, dan Kota Ternate dengan Jaringan Kota Ternate.
Forum di empat kota ini, seperti halnya lebih dari 200 kabupaten/kota yang telah bergabung dalam jaringan ICCN, memiliki komiten yang sama untuk menerapkan 10 Prinsip Kota Kreatif, yaitu antara lain dalam upaya mewujudkan “kota yang welas asih” dan “kota yang memuliakan kreativitas masyarakatnya”.
Forum Lintas Komunitas di sebuah kota dan kabupaten menjadi wadah yang tepat bagi para local leaders penggerak kabupaten dan kota untuk merayakan keberagaman sosial dan budaya melalui berbagai media kreatif yang relevan dan mudah diterima oleh generasi masa kini.
“Forum lintas komunitas dapat menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku industri kreatif muda, yang sebagian besar telah memanfaatkan teknologi komunikasi dan digital dalam berkarya; menghasilkan desain, animasi, game, aplikasi digital, dan sebagainya, dengan muatan tema dan referensi budaya lokal," ujar Vicky Arief, inisiator dan koordinator Malang Creative Fusion (MCF).
Forum Lintas Komunitas dan 10 jurus kota dan kabupaten kreatif lainnya, yang telah disusun dalam formula Catha Ekadaksa oleh ICCN, akan dirilis untuk pertama kalinya pada ICCC pada 4-5 September 2019, sebagai salah satu rangkaian acara ICCF 2019. Bahkan selama berlangsungnya konferensi tersebut, pemerintah kota dan kabupaten, akademisi, pelaku bisnis, hingga komunitas kreatif dapat langsung berkonsultasi dan berdiskusi mengenai pentingnya peran Forum Lintas Komunitas bagi tujuan daerah masing-masing.
Baca Juga: Mendorong Literasi, Litbeat Festival 2019 Resmi Digelar
Selain konferensi, masih banyak rangkaian acara selama satu minggu berlangsungnya ICCF 2019, seperti Karnaval Budaya (2 September), Festival Benteng Oranje (2-7 September), Jejak Sejarah Wallace (2-7 September), Spice Tour (3 September), Coho Gia Kololi Kie (6 September), dan Konferen(sea)/Kongres ICCN (7 September).
ICCF 2019 digagas oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN), dan dilaksanakan oleh Jaringan Komunitas Ternate (JARKOT) sebagai tuan rumah, serta didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Pemerintah Kota Ternate, dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman mengajak seluruh masyarakat Indonesia turut menghadiri ICCF 2019, untuk menjadi bagian dari rangkaian acara yang merunut jejak sejarah, sekaligus kini menjejakkan langkah baru bagi catatan sejarah bangsa Indonesia.
Berita Terkait
-
Undang Pemenang Gapura Cinta Damai, Jokowi: Semuanya Tidak Ada yang Jelek
-
Mendorong Literasi, Litbeat Festival 2019 Resmi Digelar
-
Sakura Matsuri 2019, Festival Budaya Perkuat Hubungan Jepang - Indonesia
-
Kemeriahan Jakarta Muharram Festival, Warga Padati Bundaran HI
-
Obor Lampu di JMF, Gubernur Anies: Perpaduan Modern dan Tradisi
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Detektif Jubun Bongkar Rahasia Gelap Money Game Syariah: Waspada Riba Berkedok Surga
-
5 Water Heater Low Watt Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Keluarga Minimalis
-
5 Cushion Anti Keringat untuk Pekerja Kantoran, Makeup Tetap Fresh dan Tak Luntur
-
Rekam Jejak Roby Tremonti, Aktor yang Terseret Isu Child Grooming di Buku Aurelie Moeremans
-
Daftar Wilayah DIY yang Berpotensi Diguyur Hujan Petir hingga Pukul 15.00 WIB Hari Ini
-
5 Hair Tonic untuk Menumbuhkan Rambut, Ampuh Atasi Kerontokan dan Kebotakan
-
4 Sepatu Sneakers Wanita Mulai Rp100 Ribuan, Empuk dan Anti Lecet Dipakai Jalan
-
Kenapa Korban Grooming Seperti Aurelie Moeremans Cenderung Diam? Waspadai Ciri-cirinya!
-
5 Moisturizer Terbaik Harga Pelajar untuk Mencerahkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan
-
Alasan Aurelie Moeremans Terbitkan Buku Broken Strings secara Gratis