Lifestyle / Female
Senin, 09 September 2019 | 11:03 WIB
Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2019, Ternate, Maluku Utara.(Dok ICCN).

Suara.com - Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2019 di Ternate, Maluku Utara, disambut  gembira dan dibuka Senin (2/9/2019). Acara ini bertempat di Benteng Oranje, dibuka secara resmi oleh Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman, didampingi Sekretaris Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Arief Budiman, dan dihadiri oleh warga serta para pengunjung dari luar pulau.

Pembukaan ICCF 2019 ditandai oleh tabuhan tifa, alat musik tradisional khas Maluku Utara, dan tarian tradisional, Coka Iba, Togal, dan Kapita. Wali Kota Ternate menyampaikan, revitalisasi Benteng Oranje yang didirikan pada 1607 telah dimulai sejak 2011 dan akan selesai tahun ini.

Parade warna-warni seni dan budaya tradisional ditampilkan dalam parade sepanjang Kedaton Kesultanan dan Benteng Oranje, dengan misi “Merajut Kembali Indonesia”.

Spice Tour kemudian digelar pada 3 September 2019, dengan menjelajahi kawasan hutan di Titik Nol Rempah-rempah Dunia, Cengkeh Afo, dan untuk santap siang disuguhkan makanan berbahan dasar berbagai rempah oleh Komunitas Cengkeh Afo dan Gamalama Spices (CAGS).

Kegiatan berlanjut dengan berlayar ke Pulau Hiri. Ketua Umum ICCN, Fiki Satari turut bergabung dalam rombongan besar yang terdiri dari Ketua Jaringan Komunitas Ternate (Jarkot), Zandry Aldrin dan delegasi ICCN dan ICCF, Deputy of Spain Ambassador, para stakeholders UMKM, pelaku sektor pariwisata, hingga keynote speakers ICCC.

Rombongan Spice Tour berangkat dari Pantai Jikomalamo menggunakan kapal-kapal kayu yang mengantarkan seluruh delegasi berlayar melintasi selat dan mendarat di Pelabuhan Togolobe, Kecamatan Pulau Hiri. Fiki disambut oleh masyarakat Pulau Hiri, dengan prosesi pengalungan bunga dan upacara tradisi Joko Kaha atau “injak tanah” dan tarian tradisional Soya-Soya.

Pada pertemuan ini, Camat Pulau Hiri, Rustam Malang pun menyampaikan bahwa Pulau Hiri adalah pulau pertama di Indonesia yang telah resmi dideklarasikan sebagai Pulau Layak Anak oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise. Kegiatan ini diisi dengan aktivitas berkeliling, untuk mengapresiasi tradisi pengolahan kuliner lokal berupa manisan buah pala dan keripik pisang, juga cenderamata yang sebagian besar berbahan kayu dan batok kelapa.

Kunjungan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama masyarakat mengenai potensi ekonomi kreatif di Pulau Hiri dan berkunjung ke lokasi habitat burung Maleo di puncak Pukit Pulau Hiri, sebelum bertolak kembali ke Ternate.

Pembahasan mengenai ekonomi kreatif daerah pun dilaksanakan dalam skala nasional pada ICCC, yang dimulai pada 4 September 2019, di Hotel Dafam Bela Ternate. Konferensi Kabupaten/Kota Kreatif ini dihadiri oleh para bupati dan wali kota dari berbagai daerah seluruh Indonesia.

Baca Juga: 3 Kuliner Pedas di Pucuk Coolinary Festival Palembang, Ditantangin Nih

Turut hadir perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yaitu Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Rudy Salahuddin, dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) hadir Deputi Infrastruktur Hari Sungkari, serta hadir Anggota DPR sekaligus Ketua Umum Inovator 4.0, Budiman Sudjatmiko.

Hadir pula Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba dan Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman. Setiap sesi dalam konferensi yang diselenggarakan selama dua hari ini diisi oleh presentasi dari para kepala daerah, akademisi, profesional bidang ekonomi kreatif dan media, serta komunitas kreatif.

Pemaparan yang disampaikan mencakup capaian daerah masing-masing, hingga upaya membangkitkan potensi ekonomi kreatif yang dapat dikolaborasikan dengan Sinergi Penta Helix ABCGM (Academia-Business-Community-Government-Media).

“Ternate punya laut, gunung, komunitas, punya potensi luar biasa dan punya sejarahnya. Ternate mantap, keren. Teman-teman dari ICCF harus tahu bahwa Ternate punya apa-apa,” kata Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), sekaligus Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, dalam sesi pertama. 

Pada hari kedua konferensi, 5 September 2019, CEO GDP Venture, Martin Hartono membahas Kota Kreatif dan Tantangan Global. Martin sekaligus mempresentasikan sederet panjang prestasi para musikus muda Indonesia yang berhasil dibawanya tampil hingga pentas level dunia, seperti Rich Brian, NIKI, Stephanie Poetri, dan Devinta Trista Agustina.

Ia pun menayangkan video-video ketika keempat musikus muda Indonesia ini ketika tampil dalam Head in the Clouds Festival 2019 di Los Angeles, Amerika Serikat. Penampilan dimulai dengan NIKI yang membuka konser tersebut dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Ray,” bersama adanya anak-anak muda berpakaian warna Merah Putih yang berdiri di panggung sambil memegangi bendera Indonesia.

Penampilan mereka yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI yang ke-74 itu berhasil memikat generasi muda Amerika Serikat, yang antusias merekam penampilan NIKI menggunakan gawai masing-masing dan turut menyebarkannya ke seluruh dunia.

“Kami menargetkan 9.000 orang, yang datang 25.000 penonton, dengan harga tiket 150 dolar AS. Prinsipnya, kami merekrut siapa saja anak Indonesia yang berbakat musik dan berkemauan keras menjadi penyanyi tingkat dunia,” kata Matin.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa, Barat Ridwan Kamil pun menyampaikan pada presentasinya di hari kedua, tentang pentingnya mengemas informasi secara relevan melalui media sosial yang sekarang lebih banyak diakses oleh masyarakat pada kehidupan sehari-hari. 

Hari berikutnya, 6 September 2019, terjadi pencapaian tingkat dunia pada momentum Gugu Gia Si Kololi, yaitu 42.000 orang peserta yang “memeluk” Gunung Gamalama dengan bergandengan tangan selama 7 menit. Kegiatan puluhan ribu orang yang bergandengan tangan ini merupakan wujud tekad bersama untuk terus merajut persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Ini merupakan acara sakral, yang pertama kali terjadi di dunia. Ini adalah kerja keras Jaringan Kota Ternate. Mereka adalah anak muda Ternate yang punya pikiran positif, inovatif, dan kreatif,” kata Wali Kota Ternate, yang turut hadir menjadi bagian dari kegiatan Gugu Gia Si Kololi.

“Kita ingin merajut Nusantara dari Ternate. Di tengah-tengah isu intoleransi, kami ingin Ternate mempunyai posisi sentral bahwa Ternate dari dulu sudah plural dan menerima segala perbedaan, keberagaman, saling percaya, dan sebagainya. Ini yang kemudian ditafsirkan dalam kegiatan Gugu Gia Si Kololi Ternate,” kata Zandry, Ketua Jarkot.

“Dalam catatan MURI, belum ada di belahan dunia mana pun masyarakat bergandengan tangan mengelilingi gunung, baru ada di Kota Ternate. Ini menunjukkan bahwa persatuan bisa dianyam dari Timur, yaitu Ternate,” kata Manajer Muri, Triyono, yang juga hadir.

Pada 7 September, hari terakhir ICCF 2019, diisi oleh KonferenSEA, atau Rapat Anggota ICCN. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat krusial, sebab membahas masa depan forum lintas komunitas kabupaten/kota kreatif se-Indonesia yang telah berjejaring dalam ICCN, termasuk aktivitas organisasi ini di masa mendatang.

Kegiatan ini juga menjadi momentum pemilihan Ketua Umum ICCN periode 2019-2022. Fiki Satari terpilih kembali menjadi Ketua Umum ICCN periode 2019 - 2022. Keputusan ini disambut dengan sangat baik, dan para pengurus serta seluruh anggota jejaring pun antusias menyambut rangkaian aktivitas ICCN ke depan.

“Di periode kepengurusan yang lalu, ICCN terfokus pada peletakan fondasi organisasi, yang kemudian diperkuat pada periode selanjutnya, sekaligus mengaktivasi program-program yang bersifat peningkatan kapasitas forum lintas komunitas di jejaring ICCN,” ujar Fiki.

ICCF 2020 telah direncanakan untuk berlangsung di Bali, dan sebagai tuan rumah ICCF 2021 pun telah terpilih Provinsi Riau, tepatnya di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak. Gubernur Riau, Syamsuar telah menyatakan kesiapan Riau untuk menjadi tuan rumah ICCF 2021 dan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan ICCN.

ICCF 2019 di Ternate telah usai terlaksana dan sukses menjejakkan pengalaman rasa yang berharga dalam diri setiap orang yang terlibat dalam rangkaiannya. Sampai jumpa di Bali!

Load More