Ilustrasi jerawat saat menstruasi. (Shutterstock)

Suara.com - Suasana hati yang lebih sensitif saat masa menstruasi biasanya sudah menimbulkan kerepotan tersendiri. Semuanya pun jadi bisa terasa lebih menyebalkan jika ditambah jerawat yang bermunculan.

Mengutip Hellosehat, sepanjang siklus haid yang rata-rata berlangsung selama 14 hari, beberapa hormon berubah, seperti estrogen dan progesteron.

Produksi hormon estrogen meningkat selama 14 hari pertama, sedangkan progesteron baru meningkat pada 14 hari berikutnya. Jumlah kedua hormon itu kemudian menurun saat mendekati waktu menstruasi. 

Pada saat berbarengan, produksi hormon testosteron tidak berubah. Testosteron adalah hormon reproduksi pria, tapi wanita juga tetap memilikinya dalam jumlah sedikit. Walau begitu, jumlah testoteron selama haid cenderung lebih tinggi dibandingkan estrogen dan progesteron akibat produksi keduanya sedang menurun.

Nah, kondisi itulah yang menjadi penyebab jerawat muncul sebelum menstruasi. Meningkatnya kadar testoteron menyebabkan produksi sebum juga bertambah.

Ilustrasi jerawat. (Shutterstock)

Bagi sebagian wanita, produksi sebum berlebih bisa menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Bertambahnya hormon progesteron menyebabkan kulit membengkak. Pori-pori pun semakin mengecil sehingga sebum terjebak dalam folikel.

Penyebab jerawat sebelum menstruasi memang berasal dari hormon. Meski begitu, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Membersihkan wajah secara rutin dua kali sehari
  • Tidak menyentuh wajah dengan tangan
  • Segera mandi setelah berkeringat atau berolahraga
Ilustrasi merias wajah. (Shutterstock)
  • Menghindari kosmetik yang mengandung minyak
  • Selalu membersihkan riasan setelah beraktivitas
  • Membersihkan layar ponsel yang bersentuhan dengan wajah
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta membatasi makanan tinggi lemak dan gula
  • Menghindari jerawat sebelum menstruasi memang sulit tapi setidaknya bisa dicegah agar tidak bertambah parah.

Jerawat seharusnya akan kembali hilang dengan sendirinya setelah masa menstruasi berakhir. Namun, jika Anda merasa sangat terganggu dengan jerawat yang terus bermunculan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan tepat.