Suara.com - Festival saling lempar air ini bernama Fukagawa Hachiman Matsuri. Pagelaran ini merupakan satu dari tiga festival terbesar di Zaman Edo yang paling dinanti masyarakat Jepang.
Saat festival ini berlangsung, ribuan peserta akan saling melemparkan air pada rombongan pembawa tandu. Semua peserta, penonton hingga anak-anak akan saling melemparkan air pada satu dan lainnya.
Cipratan air ke segala arah pun tak dapat terhindarkan, meski demikian fokus utama Fukagawa Hachiman Matsuri Festival yakni tandu yang dibopong sepanjang pagelaran ini berlangsung.
Masyarakat Jepang meyakini air yang dilemparkan pada tandu akan memberikan kesegaran jasmani dan rohani pada diri mereka.
Dalam tandu tersebut, terdapat mikoshi, tempat pemujaan berukuran kecil. Air yang dilemparkan melambangkan simbol pemurnian mikoshi.
Festival ini kian meriah dengan kehadiran pemadam kebakaran yang menyemprotkan air pada para peserta.
Festival yang diadakan setiap musim panas ini dianggap sebagai bentuk penghormatan pada Dewa Hachiman. Ia diyakini sebagai pelindung masyarakat Jepang.
Setiap tahunnya, Fukagawa Hachiman Matsuri Festival akan bertolak dari Tomioka Hachiman-gu, sebuah kuil shinto terbesar di Tokyo yang secara khusus didedikasikan untuk Dewa Hachiman.
Tag
Berita Terkait
-
Review Drama Loved One, Perjalanan Tim Forensik Menyingkap Misteri Kematian
-
Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?
-
Usung Genre Romcom, Drama Korea-Jepang 'Merry Berry Love' Tayang Oktober
-
Korban Tewas Gempa Jepang Tembus 34 Orang, Masih Banyak Terjebak di Bangunan Runtuh
-
Gempa Jepang Lumpuhkan Pabrik Otomotif Hingga Kelangkaan Suku Cadang, Toyota Stop Produksi Sementara
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan