Suara.com - Hobi dengan destinasi wisata yang berada di ketinggian? Atau tertantang untuk menguji adrenalin dari tebing-tebing tinggi? Sepertinya Gumuk Reco Sepakung di Semarang ini bisa jadi pilihan Anda.
Menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Semarang, konon katanya lokasi ini dahulu merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit lho.
Menurut kepercayaan warga sekitar, tebing tersebut sebenarnya adalah arca yang belum selesai dipahat.
Ditemani udara sejuk dari perbukitan, dijamin Anda dan keluarga akan betah seharian menghabiskan waktu liburan di Gumuk Reco Sepakung ini.
Beragam aktivitas seru yang dapat dilakukan di sini antara lain berayun dari ketinggian hingga mencoba Jembatan Ondo Langit.
Nah, dari Jembatan Ondo Langit ini Anda dapat berjalan di jalan setapak yang menempel pada dinding-dinding tebing.
Sekilas, tentu saja terlihat sangat menegangkan bukan? Eits, tapi jangan salah, pemandangan dari Jembatan Ondo Langit ini begitu indah dan memanjakan mata.
Kalian juga dapat berfoto-foto di Jembatan Ondo Langit ini, tapi tetap waspada dan berhati-hati ya ketika berada pada ketinggian.
Jembatan Ondo Langit ini juga telah dilengkapi dengan alat keamanan yang sesuai standar dan juga helm untuk pengunjung.
Baca Juga: 3 Berita Lifestyle Menarik, Pelajaran Kasus Sulli Hingga Wisata Terboros
Gumuk Reco Sepakung ini berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Semarang atau kurang lebih dibutuhkan waktu tempuh selama 1 jam.
Tiket masuk Desa Wisata Sepakung ini dibanderol seharga Rp 5.000, kemudian jika ingin mencoba berjalan di atas Jembatan Ondo Langit akan dikenakan biaya sebesar Rp 25.000.
Menarik sekali kan? Jadi jangan lupa untuk mampir Gumuk Reco Sepakung ini ya jika Anda sedang menikmati liburan di Semarang.
Berita Terkait
-
Lima Bandara Buka 24 Jam untuk Tampung Penerbangan Terdampak Krakatau
-
TOURISE Awards 2027 Buka Nominasi untuk Destinasi Wisata Terbaik Dunia
-
Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?
-
Gunung Ungaran Disiapkan Jadi PLTP, Potensi Panas Bumi Capai 55 MW
-
Menikmati Karya Sang Buddha dari Hamparan Sawah Semarang
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Heboh Prajurit TNI Pukul Warga di Rangko hingga Babak Belur, Dandim Angkat Bicara
-
Sering Nyeri Saat Naik Tangga? Kenali Penyebabnya Sebelum Lutut Makin Sulit Diajak Bergerak
-
Cara Kerja Teknologi AI uMI Panvivo PET/CT, Bisa Bantu Deteksi Lesi Kanker Berukuran Sangat Kecil
-
Belanja Elektronik Makin Mudah via Online, Ini Alasan Konsumen Masih Datang ke Toko
-
Makin Dekat Bela Timnas Indonesia, Statistik Terbaru Laurin Ulrich Nyaris Dekati Lionel Messi
-
Terjaring di Demo 27 Agustus, 29 Pelajar Jakarta Dikirim Ikut Pembekalan Bela Negara, Ada dari SD
-
BAIC T1 Unjuk Gigi di GIIAS Bandung 2026
-
PHE Selesaikan Survei Seismik Offshore 2D SE Java Frontier Area Laut Selatan Jawa di Samudera Hindia
-
Muak Kondisi Pemerintahan dan Pembangunan, Warga Kabupaten Bandung Barat Ngadu ke Jakarta
-
Program Tak Goyah Dihantam Kritik: Benarkah Suara Publik Tak Mengusik MBG?