Suara.com - Bukan rahasia lagi jika Jepang punya aneka tempat wisata unik dan anti mainstream. Salah satunya adalah gunung yang terletak di kota Osaka ini.
Namanya adalah Gunung Tempo. Jika Gunung Fuji disebut-sebut sebagai gunung tertinggi di Jepang, Gunung Tempo merupakan salah satu gunung terpendek.
Gunung ini bertempat di sebuah taman dekat stasiun kereta api sehingga mudah dicapai. Wisatawan hanya perlu berjalan 10 menit saja dari Osaka Minato Station menuju Tempozan Park.
Sesampainya di Tempozan Park, wisatawan perlu mencari anak tangga batu. Kemudian, puncak gunung bisa ditemukan setelah mendaki sekitar selusin anak tangga.
Usut punya usut, ini karena ketinggian Gunung Tempo hanya 4,53 meter saja. Namun, warga Jepang tetap menyebutnya gunung.
Dilansir dari Sora News 24, gunung terpendek ini bisa muncul karena Jepang tak punya aturan yang jelas dalam menggunakan istilah "gunung".
Gunung dapat digunakan untuk menyebut area yang lebih tinggi dibandingkan daerah di sekitarnya, sehingga Gunung Tempo yang ada di tengah taman kota pun masuk dalam definisi tersebut.
Yang unik, siapa pun yang datang ke Tempozan Park dan mendaki Gunung Tempo ternyata akan diperlakukan layaknya pendaki gunung sejati.
Di puncak Gunung Tempo, wisatawan dapat menemukan papan yang menandai titik puncak sekaligus berisi ucapan selamat.
Baca Juga: Trip ke Jepang, Raline Shah Ungkap Lokasi yang Jadi Inspirasi Kisaku
Kemudian, travelers juga bisa berkunjung ke toko-toko lokal yang akan memberikan sertifikat pendakian.
Selain Gunung Tempo, Jepang diketahui punya gunung pendek lainnya yang bernama Hiyoriyama dan hanya memiliki ketinggian 3 meter saja.
Unik juga, ya?
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Nonton Konser Musik, Ini 3 Destinasi Wajib Mampir Saat Kamu ke Jazz Gunung Bromo 2026
-
Rakyat Jepang Setuju Perempuan Jadi Kaisar, Tapi Kenapa Itu Tidak Mungkin Terjadi?
-
5 Kota di Jepang yang Cocok untuk Perjalanan Pertama
-
Tips Memilih Ukuran Frame Sepeda Gunung yang Pas, Aman Taklukkan Medan Berbatu
-
Review Golden Kamuy: Konflik Berdarah Para Narapidana Kelas Kakap di Jepang
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya
-
Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!
-
Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita
-
Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor
-
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron