Suara.com - Menjadi seorang model, membuat Georgia Gibbs punya kewajiban selalu tampil sempurna di depan maupun belakang kamera. Namun, pada September 2018, tiba-tiba wajahnya timbul jerawat parah.
Dilansir dari laman News Australia, kulit mulusnya terhias bintik-bintik jerawat yang tampak meradang. Jerawatnya muncul karena stres, hingga ia melakukan berbagai perawatan mahal, namun jerawatnya tak sembuh juga.
Model asal Perth, Australia itu bolak-balik ke Los Angeles untuk pekerjaan modellingnya. Kondisi tubuh Georgia ternyata tidak siap, namun dia tetap memaksakan kerja.
"Aku juga putus dari pacarku, jadi aku banyak stres. Tapi aku mengabaikannya dan tetap terus bekerja," ungkap Georgia.
Georgia kemudian mengalami sindrom kelelahan kronis yang ditandai dengan rasa lelah berkepanjangan dan nyeri otot. Berbagai macam penyakit pun hadir hingga dia menjalani operasi perut, tapi berujung pada infeksi yang semakin serius.
Georgia pun didiagnosis dengan berbagai kondisi dari kebocoran usus hingga infeksi jamur di seluruh tubuhnya. "Menjadi orang yang sakit-sakitan menghancurkan kesehatan mentalku dan aku berjuang dari depresi," tuturnya.
Jerawat pun jadi timbul karena efek stres yang melanda. Wanita 23 tahun itu melakukan berbagai perawatan untuk menyembuhkan jerawatnya, tapi hasilnya nihil. Padahal dia sudah menghabiskan biaya 15 ribu dolar atau Rp210 juta.
Georgia kemudian beralih ke perawatan tradisional China. Dia diberikan obat herbal, dan pola makan yang diatur. Kondisi jerawatnya pun semakin membaik.
"Aku sama sekali tidak makan biji-bijian, makanan pengawet, kafein, gula untuk mengatur ulang ususku," kata model tersebut.
Baca Juga: Tak Cuma Bumbu Dapur, Kayu Manis Juga Efektif Atasi Masalah Jerawat
Georgia lebih banyak makan sayur dan buah. Untuk protein, dia mengambil dari ikan. "Apapun yang terjadi, tidak ada pengecualian. Konsistensi adalah kunci," tegasnya.
Dalam tiga bulan, jerawatnya mereda. Kondisi wajah Georgia semakin mulus. Georgia pun berpesan agar untuk selalu menjaga kesehatan mental karena stres dan depresi memicu berbagai penyakit tubuh dan kulit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Terpopuler: Viral Foto Lawas Sarifah Suraidah, 35 Kata-Kata Lucu Bulan Puasa
-
Tasya Farasya Minta Maaf, Disebut Memutus Rezeki Orang Usai Host 'Halo Kakak' Mundur
-
Siapa Bunga Sartika? Host Konten 'Halo Kakak' Mundur Usai Disindir Tasya Farasya
-
Gamis Kebanggaan Mertua Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Gimana Modelnya?
-
Baju Lebaran Cheongsam versi Muslimah Ramai di Pasaran, Perpaduan Ramadan dan Imlek
-
Jadwal Imsak dan Subuh Wilayah Jakarta dan Yogyakarta Hari Ini, Minggu 1 Maret 2026
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
-
Tren Beauty TikTok 2026: Dari Produk Viral ke Brand yang Bertahan
-
Dari Kajian Sampai Bazaar UMKM, Hijrahfest Ramadan 2026 "Comeback Stronger" Hadir di Jakarta
-
7 Hal yang Membatalkan Puasa, Bukan Hanya Makan dan Minum