Suara.com - Media sosial saat ini dapat dikatakan sudah masuk ke aspek kehidupan masyarakat. Bahkan cara orang melakukan bisnis pun dipengaruhi oleh media sosial. Melihat fenomena yang semain mengglobal ini, Sosial Media Week (SMW) 2019 pun kembali digelar.
Mengusung tema Stories : With Great Influence Comes Great Responsibility, event yang berlangsung mulai 13-15 November 2019 ini menyajikan berbagai informasi dan konferensi tentang ide, inovasi, dan wawasan terbaik tentang media sosial dan teknologi dalam perubahan bisnis masyarakat dan di seluruh dunia.
"Beberapa topik penting dalam event ini di antaranya Social Media and Society, The Future of Brands, dan Influence Equention, yang mana pembahasan tersebut saling berkaitan dalam hidup yang saling terintegrasi dan terhubung. Sehingga penggunaan media sosial yang tepat dapat memberi dampak positif bagi orang lain, tergantung pada konten yang disampaikan. Poin pentingnya bernilai edukatif, positif, inspiratif, informatif," ungkap Antonny Liem, Chaiman Social Media Week Jakarta dan Executive Officer PT Merah Cipta Media dalam konferesi pers baru-baru ini di Jakarta.
Sementara Nadya Hutagalung, Environment Influencer, menyampaikan bahwa media sosial tidak hanya penting digunakan bagi mereka yang sudah punya nama atau banyak pengikut, tetapi semua pengguna harus memanfaatkan medsos untuk memotivasi kebaikan, menyuarakan pesan humanisme, dan pemikiran terbaik mereka.
Dikatakan juga oleh Norisa Saifuddin, Senior Vice President BCA, ajang ini membantu pengguna melihat bagaimana digital dan media sosial dapat mendukung bisnis. Di mana pelaku bisnis dituntut menyesuaikan diri dengan pola kebiasan baru masyarakat.
"SMW 2019 merupakan ajang pertemuan ide dan gagasan tentang digital, brand, dan aspek yang dapat meningkatkan bisnis yang sejalan dengan tren dan perilaku konsumen. Fenomena ini akan menjadi pertimbangan pelaku bisnis barang dan jasa untuk memberi terobosan baru dan memberi pelayanan terbaik bagi costumer," tambah Jaclyn Halim, GM Marketing dan Leasing Senayan City Jakarta.
Nantinya, para pakar dan penggiat media sosial, baik dalam dan luar negeri, akan membahas tema seperti Social Media Society dan Influence Equation dengan tema Building True Influencer, It's time to be Responsible Netizen, Living in Social Media Today and Tomorrow, dan Do Influencer Really Have Influence, dan masih banyak lagi yang juga berhubungan dengan brand.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat