Suara.com - Tren memakai baju bekas pakai mungkin sudah lama ditunjukkan oleh Kate Middleton. Nnamun belakangan, tokoh pentolan lain di dunia mode juga mulai menyuarakan hal yang sama. Anna Wintour adalah salah satunya.
Bos Vogue ini memberikan pidatonya tentang fesyen yang berkelanjutan alias sustainable fashion ketika jadi pembicara di sebuah konferensi yang digelar Vogue Yunani di Athena, baru-baru ini.
Isu lingkungan jadi sorotan utama Anna dalam pidato itu.
"Menurut saya, fashion seharusnya merupakan sebuah karya seni dan produk kreatif, tidak diperlakukan seperti sampah yang baru sekali pakai lalu dibuang," ungkap Anna kepada Reuters.
Bagi orang yang dekat dengan industri fashion, membuang baju yang baru sekali dipakai bukanlah hal aneh. Cara ini biasanya dipakai untuk menjaga ekslusivitas brand itu sendiri.
Bahkan ini sudah jadi semacam 'budaya' yang terus dilakukan hingga sekarang. Akibatnya, limbah fashion menjadi semakin banyak dan memberi dampak buruk bagi lingkungan.
"Fokus kita seharusnya bagaimana merawat baju yang sudah dimiliki, lalu menghargai dan memakainya terus menerus, atau mewariskannya kepada anak-cucu kita atau siapa saja," lanjutnya.
Tokoh yang paling sering disorot karena mengaplikasikan sustainable fashion dengan baik adalah istri Pangeran William. Belakangan, kebiasaan yang sama juga mulai menular pada iparnya, Meghan Markle.
Baik Kate Middleton maupun Meghan Markle, keduanya sama-sama tak malu menggunakan ulang baju bekas pakai. Sikap ini mendapat apresiasi positif karena memberi dampak positif.
Baca Juga: Gaya Rambut Anna Wintour Tak Pernah Berubah, Ternyata Ini Alasannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung
-
Perempuan UMKM Harus Berani Naik Kelas, Belajar Branding hingga Strategi Bisnis