Suara.com - Menikmati Senandung Keajaiban Dunia Disney Diiringi Musik Orkestra, Syahdu!
Film-film keluaran Disney selalu dilengkapi dengan ilustrasi musik indah yang kerap kali menjadi hits dunia dan sering dikumandangkan di berbagai kesempatan. Lagu-lagu Disney juga menemani jutaan anak di seluruh dunia tumbuh dan bermimpi.
Untuk mengenang dan menikmati kembali lagu-lagu Disney, The Resonanz Music Studio (TRMS) merupakan kelompok musik yang produktif menyelenggarakan berbagai konser, menutup tahun 2019 dengan menyelenggarakan konser musik bertajuk When You Wish Upon A Star, hari ini di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Pertunjukan Jakarta Concert Orchestra dengan konduktor Avip Priatna yang didukung oleh Galeri Indonesia Kaya hadir dalam durasi kurang lebih 90 menit dengan menampilkan musik-musik dari berbagai film keluaran The Walt Disney Company.
Nama Walt Disney merupakan jaminan yang tinggi di dunia film, khususnya film animasi. Walt Elias Disney yang lahir tanggal 5 Desember 1901 telah wafat tanggal 15 Desember 1966, namun nama besarnya tetap menjadi salah satu yang sampai saat ini merajai perfilman dunia.
Melalui perusahaan film raksasanya, The Walt Disney Company terus berkembang dan memproduksi tidak hanya film-film animasi tetapi juga live action. Disney telah memenangkan 22 Oscar dari 59 nominasi. Juga mendapatkan dua Golden Globe Special Achievement Awards dan sebuah Emmy Award, selain penghargaan-penghargaan lainnya.
"Lagu-lagu Disney ini juga memberikan inspirasi dan kehangatan bagi yang mendengarnya dan itu mendorong kami menampilkannya dalam sebuah konser untuk memberikan kenangan indah di penghujung tahun ini, untuk menghibur anak-anak dan orang dewasa yang masa kecilnya tumbuh bersama lagu-lagu Disney," ujar Avip Priatna, Direktur Musik The Resonanz Music Studio kepada Suara.com, Minggu (1/12/2019).
When You Wish Upon a Star yang menjadi judul konser ini diambil dari judul lagu yang ditulis oleh Leigh Harline and Ned Washington untuk film Pinocchio tahun 1950, yang dinyanyikan oleh Cliff Edwards dalam karakter Jiminy Jangkrik (Jiminy Cricket). Lagu yang dimainkan di bagian pembukaan dan bagian akhir film tersebut kemudian dijadikan lagu yang mewakili The Walt Disney Company.
Beberapa lagu-lagu Disney lainnya yang dibawakan antara lain: True love kiss dari film Enchanted; Once upon a dream dari film Sleeping Beauty; Belle dari film Beauty and The Beast; A whole new world dari film Aladdin; When we're human dari film Jungle Book; Colors of the wind dari film Pocahontas; Like other girls dari film Mulan; Part of your world dari film Little Mermaid dan banyak lagi lainnya. Lagu-lagu indah yang menghiasi film-film karya Disney ini akan dibawakan oleh Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children’s Choir, dan solois-solois handal Indonesia, seperti Farman Purnama, Jessica Januar, Pepita Salim dan Valentina N Aman dengan Iringan Jakarta Concert Orchestra.
Baca Juga: Salah Bergaya Ala Karakter Disney demi Anak, Netizen: Ayah yang Manis!
"Komposisi lagu-lagu Disney yang sering menduduki peringkat atas tangga lagu di dunia ini diaransemen dengan keren untuk orkestra, paduan suara, kuartet dan solo vokal lengkap dengan koreografi yang menawan yang menjadi ciri khas pertunjukan dari The Resonanz Music Studio. Kombinasi kreativitas ini dirangkai menjadi suatu pergelaran yang sangat menghibur dan sangat cocok untuk dinikmati menjelang akhir tahun," ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi