Suara.com - Jakarta memang kota metropolitan, tetapi sebenarnya banyak sekali destinasi wisata bersejarah yang sangat sayang jika tidak Anda sambangi.
Salah satu yang mungkin dapat Anda kunjungi di akhir pekan bersama keluarga ialah Museum Bahari Jakarta.
Bukan sembarang tempat, Museum Bahari ini menyimpan sejarah panjang perjalanan pertahanan maritim Indonesia.
Di Museum Bahari ini Anda dapat dengan mudah mendapatkan informasi lengkap terkait sejarah kelautan Indonesia.
Bangunan berarsitektur Belanda ini menambah kesan klasik dari Museum Bahari tersebut.
Usut punya usut, bangunan Museum Bahari ini dulunya merupakan kompleks gudang penyimpanan milik VOC lho.
Komoditi yang disimpan oleh VOC pada kala itu di antaranya ada rempah, teh, tembaga , tekstil, timah sampai dengan kopi.
Museum Bahari yang lokasinya tak jauh dari Sungai Ciliwung ini dahulu pertama kali diresmikan pada tanggal 7 Juli 1977.
Sarat akan kisah bersejarah, Museum Bahari ini juga pernah menjadi sarana penyimpanan logistik tentara Jepang pada tahun 1939.
Baca Juga: 5 Potret Seru Wisata Selfie di MotoMoto Resto and Museum Milik Boy William
Ketika Indonesia merdeka, tempat ini kemudian dialihfungsikan menjadi gudang Post Telkom Telegram (PTT) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Di dalam Museum Bahari ini terdapat lebih dari 15 koleksi kapal replika sampai dengan asli. Bahkan, di Museum Bahari ini Anda dapat melihat miniatur kapal layar Batavia dari abad ke-16.
Jarak Museum Bahari ini sebenarnya tak telalu jauh dari kawasan Kota Tua. Paling tidak membutuhkan waktu 5 menit untuk mencapai Museum Bahari ini dari Kota Tua.
Beralamat di Jalan Pasar Ikan Nomor 1, Kawasan Sunda Kelapa, Museum Bahari ini buka setiap hari Selasa sampai Minggu mulai pukul 09.00-15.00 WIB.
Tiket masuk Museum Bahari ini juga terbilang cukup terjangkau yakni untuk anak-anak Rp 2.000, mahasiswa Rp 3.000 dan dewasa Rp 5.000.
Berita Terkait
-
5 Spot Romantis di Jakarta Buat Valentine Bareng Pasangan
-
Jakarta Mulai Bersolek Jelang Imlek, Rano Karno: Kami Rumah Berbagai Budaya
-
Ryo Matsumura Curhat Persija Jakarta Tunggak Gaji Berbulan-bulan, Sebut Nama Thomas Doll
-
3 Naturalisasi Timnas Indonesia yang Main untuk Persija Jakarta Musim Ini
-
Lampu Hias Semanggi Tiga Kali Raib, Pramono Bongkar Biang Keladi Lemahnya Pengawasan di Jakarta
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
4 Sepeda Lipat yang Ringan tapi Bagus, Cocok Buat Gowes Sehari-hari
-
Apakah Stretch Mark Bisa Hilang? Ini 3 Rekomendasi Krim untuk Memudarkannya
-
Kalau Skin Barrier Rusak Harus Pakai Apa? Ini 10 Langkah Memperbaikinya
-
5 Rekomendasi Sepeda Lipat Harga Rp1 Jutaan, Hemat dan Praktis untuk Harian
-
Apa Itu Tonic Immobility dan Kenapa Korban Pelecehan Tidak Bisa Melawan?
-
Salat Tarawih Berapa Rakaat? Ini Penjelasan Detail Menurut Berbagai Mazhab
-
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
-
Blush On Apa yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Cek 5 Rekomendasi yang Paling Pas
-
Perempuan Sabu Raijua, Penjaga Tradisi dan Motor Ekonomi Gula Semut
-
Gimana Biar Pori-Pori Wajah Mengecil? Ini 5 Langkah Skincare yang Perlu Dilakukan