Suara.com - Microshading brow merupakan salah satu tren rias alis yang sedang naik daun sekarang. Tak heran, hal itu karena mempunyai alis yang tebal dan rapi menjadi salah satu favorit penampilan banyak wanita
Apa yang membuat microshading brow menjadi tren rias alis? Karena teknik tersebut menciptakan hasil riasan alis yang hampir sempurna.
Dilansir dari laman Harpers Bazaar, microshading tidak membuat alis di dalam sulam garis penuh di sepanjang garis alis tetapi lebih mengarah pada 'bayangan' di area yang jarang.
"Daripada menciptakan ilusi rambut individu, microshading mengisi seluruh alis dengan pigmentasi ringan melalui penggunaan jarum berujung halus," jelas Akram, ahli kecantikan selebriti di Washington D.C.
"Hasilnya tidak akan tampak seperti rambut alis individu, melainkan bayangan yang lebih menyerupai pensil atau pomade brow dengan produk makeup," lanjutnya.
Namun di sisi lain, setiap tindakan kecantikan pasti ada efek sampingnya tersendiri. Hal yang perlu kamu lakukan pertama adalah melakukan riset tentang microshading.
Selanjutnya, pilih ahli alis yang bersertifikat dan terpercaya. "Beberapa orang telah merasakan ada rasa sakit yang lebih sedikit dari microblading karena teknik sulam titik-titik," kata Akram.
"Dibandingkan goresan alat sulam yang lebih panjang. Ini jauh lebih baik untuk orang yang memiliki jenis kulit sensitif," lanjutnya.
"Kami menyarankan semua klien untuk terus membersihkan rambut alis yang tidak teratur dengan teknik threading," saran dari Garel-Portes, seorang seniman alis dari Color Lab New York.
Baca Juga: Jadi Tren Rias Alis, Yuk Cari Tau Tentang Microshading Brow
"Hindari waxing karena cenderung dapat menghilangkan sel-sel kulit dan membuat warna alis memudar lebih cepat," lanjutnya.
"Pastikan untuk menggunakan SPF dan hindari proses eksfoliator kulit yang mendorong pergantian sel pada area alis" tutup Garel-Portes.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
UMKM Berbasis Ekonomi Sirkular Makin Dilirik, Limbah Disulap Jadi Sumber Cuan
-
IHSG Masih Loyo di Awal Perdagangan Selasa, Pantau Saham Bank
-
Premi Asuransi Kesehatan Terancam Naik? Ini Penjelasan Resmi OJK
-
Dari Takut ke Terbiasa: Perjalananku Mengenal TransJakarta
-
4 Shade Cushion Viva dan Cara Memilihnya agar Sesuai Undertone Kulit
-
Pecah Telur! Toy Story 5 Jadi Film Terlaris 2026 usai Raup Rp18,3 Triliun
-
Usut Temuan Uang di Rumah Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Kaitan dengan Kasus Abdul Wahid
-
Cara Menggunakan My FanCam di Galaxy Fold8, Nonton Konser Bisa Puas Pantau Aksi Bias
-
Mitchell Baker Cetak Sejarah usai Hattrick di Debut Piala AFF 2026, Ikuti Jejak Legenda Garuda
-
Pekerja Commute: Dari "Pepes" ke Pelaku Net Zero Emission yang Sukses