Suara.com - Melepas masa lajang mungkin membebaskan Anda dari pertanyaan 'kapan nikah'. Namun, ternyata ada lagi pertanyaan lain yang sering kali membuat pasangan menikah jengah dan emosian. Kapan hamil? Kapan punya anak?
Pertanyaan basa-basi yang bisa jadi sangat menyebalkan ini sangat mungkin muncul dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, teman dekat, bahkan kenalan baru.
Nah, merangkum Hello Sehat, berikut lima cara menghadapi pertanyaan 'kapan hamil'.
1. Perhatikan siapa yang menanyakannya
Jika pertanyaan itu datang dari orang yang tidak terlalu dekat, cobalah untuk mengabaikannya. Hindari percakapan dengan orang yang berpotensi bertanya atau mengomentari hidup Anda sekalipun kalian baru kenal lima menit. Anda bisa menyibukkan diri dengan membaca buku atau bermain ponsel saja.
Namun, cobalah bersabar keluarga, mertua, atau bahkan orang tua bertanya kapan hamil. Pasalnya, mereka mungkin sama memiliki kebutuhan, kekhawatiran, atau perasaan lain yang erat kaitannya dengan Anda dan pasangan.
Meski begitu, Anda dan pasangan bisa mengatur jawaban seperti apa yang ingin diberikan kepada orang yang melontarkan pertanyaan tersebut.
2. Anda tidak punya kewajiban untuk menjawab
Orang lain mungkin tidak selalu memiliki niatan buruk dengan melemparkan pertanyaan 'kapan hamil'. Namun apapun tujuannya, pada dasarnya Anda tidak memiliki kewajiban untuk memberikan jawaban.
Baca Juga: Ussy Sulistiawaty Minum Jamu 4 Gelas sebelum Hamil, Apa Saja Khasiatnya?
Dapat dipahami, jika Anda dan pasangan tengah mendambakan anak dan telah berusaha cukup lama, pertanyaan semacam ini bisa saja sangat menyakitkan.
Anda bahkan sah-sah saja menjawab sekenanya. Mereka yang bertanya terkadang juga tidak benar-benar mau mengetahui jawaban sebenarnya.
3. Cari celah untuk mengubah topik pembicaraan
Tak ada salahnya bersikap blak-blakan. Misalnya, jika ada yang mengatakan pertanyaan tersebut, jawablah dengan singkat dan jujur lalu segera alihkan topik.
Anda mungkin bisa langsung berkata, "Aku sedang tidak ingin membahasnya. Lebih baik kita membahas yang lain saja."
Mungkin reaksi Anda akan dianggap berlebihan. Namun, mereka perlu diingatkan bahwa di setiap hubungan tetap ada batasan yang harus dihargai. Salah satunya adalah tidak menyampaikan pertanyaan yang terlalu sensitif dan mungkin menyakiti hati orang yang ditanyai.
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Adu Nyali di Sirkuit Gery Mang Subang! Kejurnas MotoPrix 2026 Siap Lahirkan Pembalap Masa Depan
-
4 Rekomendasi Lip Oil untuk Melembapkan Bibir Kering Sekaligus Memberi Warna
-
Axioo Hadir di Agres Karnaval Gadget 2026 Yogyakarta dengan Aktivitas AI dan Gaming
-
Review Drama No Tail to Tell, Kisah Asmara Atlet Sepak Bola dan Gumiho Gen Z
-
Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung
-
Guncang Jakarta! Bintang Padel Dunia Lucas Bergamini Takjub dengan Antusiasme Pemain Indonesia
-
Terapkan Sistem Skor Baru BWF, UNS dan UII Berjaya di Campus League Badminton Semarang 2026
-
432 Atlet Siap Berangkat, Tim Indonesia Day Bakar Semangat Kontingen Jelang Asian Games 2026
-
Masjid Al-Alawi Banjarmlati, Sokoguru Penjaga Jejak Arsitektur Jawa Kediri
-
Samsung Galaxy Watch Ultra2: Jam Tangan Pintar Premium dengan Baterai 800 mAh, Harga Rp10 Jutaan