Suara.com - Menjelang Idulfitri, umat Muslim diwajibkan untuk menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri dan kepedulian terhadap sesama.
Selain sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, zakat fitrah juga merupakan wujud kepedulian sosial kepada masyarakat yang kurang mampu.
Melalui zakat fitrah, kebahagiaan dan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri diharapkan dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk oleh masyarakat miskin yang membutuhkan.
Namun, masih banyak yang bertanya-tanya kapan waktu terbaik untuk menyalurkannya dan siapa saja yang berhak menerima zakat fitrah.
Kapan Waktu Terbaik Bayar Zakat Fitrah?
Zakat fitrah wajib ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Dalam Islam, ada beberapa ketentuan mengenai waktu penyaluran zakat fitrah, di antaranya:
- Waktu Wajib: Zakat fitrah menjadi wajib bagi seorang Muslim yang mampu sejak matahari terbenam pada malam Idulfitri (malam takbiran).
- Waktu Afdhal (Paling Utama): Zakat fitrah sebaiknya dikeluarkan pada pagi hari sebelum salat Idulfitri. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah yang menyebutkan bahwa zakat fitrah adalah untuk menyucikan orang yang berpuasa dan sebagai santunan bagi orang miskin di hari raya.
- Waktu Mubah (Dibolehkan Sebelumnya): Zakat itrah boleh ditunaikan sejak awal Ramadan hingga menjelang salat Idulfitri. Banyak ulama menganjurkan agar zakat diberikan lebih awal agar dapat didistribusikan tepat waktu kepada yang membutuhkan.
- Waktu Makruh (Tidak Dianjurkan): Menunda zakat fitrah hingga setelah salat Idulfitri hukumnya makruh, kecuali jika ada alasan tertentu yang menyebabkan keterlambatan.
- Waktu Haram: Jika zakat fitrah ditunaikan setelah hari raya Idulfitri tanpa alasan yang sah, maka hukumnya haram dan dianggap sebagai utang yang tetap harus dibayarkan.
Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat Fitrah?
Zakat fitrah wajib diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an (QS. At-Taubah: 60). Zakat fitrah lebih diutamakan untuk fakir miskin agar mereka dapat merasakan kebahagiaan di hari raya Idulfitri.
Penerima zakat fitrah termasuk dalam delapan golongan berikut:
- Fakir. Yakni orang yang sangat miskin dan tidak memiliki harta atau penghasilan yang cukup.
- Miskin, orang yang memiliki penghasilan tetapi tidak mencukupi kebutuhan dasar hidupnya.
- Amil, orang yang bertugas mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
- Muallaf, orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan dukungan.
- Riqab, budak atau hamba sahaya (di masa kini lebih relevan untuk membantu pembebasan dari perbudakan modern).
- Gharimin, orang yang memiliki utang dan kesulitan membayarnya.
- Fi Sabilillah atau mereka yang berjuang di jalan Allah, termasuk dakwah dan pendidikan Islam.
- Ibnu Sabil, yakni musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan dan tidak dapat kembali ke rumahnya.
Besaran Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib ditunaikan bagi setiap jiwa, dengan syarat beragama Islam, hidup pada saat bulan Ramadhan, dan memiliki kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idul Fitri. Besarannya adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.
Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 14 Tahun 2026 tentang Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah BAZNAS Tahun 1447 H/2026 M, ditetapkan bahwa besaran zakat fitrah adalah 2,5 kg atau 3,5 liter beras atau makanan pokok per jiwa, atau setara dengan uang senilai Rp50.000,00 per jiwa
Baca Juga: Bosan Mudik Saja? Intip 3 Destinasi Wisata Alam Paling Hits untuk Libur Lebaran 2026
Kontributor : Rizky Melinda
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Dari Ngopi hingga Belanja, Ini Alasan Transaksi Digital Kian Jadi Andalan Sehari-hari
-
Tak Banyak yang Tahu, Pilihan Menu di Hotel Ternyata Bisa Berdampak pada Kelestarian Laut
-
Moisturizer Citra Pearly Glow UV Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Pengguna
-
3 Review Facial Wash Non SLS Wardah, Tidak Bikin Wajah Ketarik setelah Cuci Muka
-
5 Cara Sederhana Redakan Stres Kerja agar Tidak Burnout, Mudah Dilakukan!
-
Belum Punya Riwayat Kredit? Kini Peluang Dapat Pembiayaan Bisa Lebih Besar Berkat Data Digital
-
Limbah Jahe Selama Ini Banyak Terbuang, Bagaimana Peneliti BRINDiubah Menjadi Sumber Energi Bersih?
-
6 Tips Feng Shui untuk Menjual Rumah, Cepat Laku dengan Harga Tinggi
-
Awas Tertipu, Begini Cara Membedakan Sunscreen Facetology Asli dan Palsu
-
Bukan Cuma Estetik, Begini Cara Memilih Lantai Rumah yang Awet, Aman, dan Minim Perawatan