Suara.com - Setiap orang sangat mungkin pernah mengalami musibah sebagai salah satu cobaan dalam hidup yang harus tegar dihadapi. Kisah tragis pun pernah dialami oleh wanita cantik bernama Marini Durrer.
Dilansir dari laman Metro, Marini tertimpa musibah saat ia tertabrak truk di usia 13 tahun. Hal tersebut menyebabkan Marini mengalami kerusakan otak permanen dan harus dirawat secara intensif selama dua bulan.
Tentu, kecelakaan besar itu sangat berdampak pada setiap fase hidupnya. Marini mengalami trauma otak yang menyebabkan krrusakan permanen pada sebagian otaknya.
Pada saat itu, dokter yang menangani Marini mengatakan bahwa ia tidak akan bisa masuk ke dunia kerja karena sudah terlalu banyak kerusakan ingatan.
"Setelah kecelakaan, aku diberitahu tidak akan bisa kerja lagi. Hidupku dibilang sudah berakhir karena terlalu banyak kerusakan ingatan," kata Marini.
Namun, hebatnya vonis tersebut tidak membuat Marini menjadi terpuruk. Bahkan sebaliknya, ia semakin semangat untuk melanjutkan hidupnya secara normal.
Bersama sang ibu, Marini Durrer, mereka berdua mendirikan yayasan yang fokus membantu para penyintas kecelakaan. Ia ingin membuktikan bahwa kerusakan otak tidak akan membuatnya jadi orang tak berguna.
Tak berhenti di situ saja, ia juga bertekad untuk mengikuti ajang kecantikan Miss England. Marini beranggapan bahwa dirinya harus memulai babak baru dalam hidup dengan ikut kompetisi yang tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri tapi juga menginspirasi orang lain.
"Aku sadar sudah banyak waktuku yang terbuang setelah kecelakaan dan kini saatnya aku mulai menjalani hidup," katanya.
Baca Juga: Punya Payudara Besar, Model Ini Mengeluh Sulit Bernapas saat Hamil
Marini mengaku bahwa dirinya tidak mengingat apapun terkait kecelakaan. Trauma di otak juga membuat dirinya menjadi lebih sensitif. Tak hanya itu, ia pun sering mengalami kecemasan hingga migrain.
Jadi finalis ajang kecantikan jelas bukan hal mudah bagi Marini Durrer. Karena mudah panik, itu bisa berakibat fatal jika tiba-tiba serangan panik kambuh saat ia berada di atas panggung atau tempat umum.
Namun, sekarang Marini memilih tidak menghiraukannya. "Karena kecelakaan itu, aku bisa saja mengalami masalah setiap saat, tapi aku harus berusaha untuk diriku sendiri dan bukan untuk orang lain," katanya.
"Aku harus terpilih menjadi semi finalis dan akan sangat berarti jika aku bisa sampai di tahap itu," tutup Marini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas
-
16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang
-
5 Urutan Skincare Pagi dengan Day Cream dan Moisturizer yang Benar
-
Tren Baru Gaya Hidup: Kipas Portable dengan Kamera, Hadapi Cuaca Panas Sambil Abadikan Momen
-
Kronologi Lengkap 16 Mahasiswa FH UI Lakukan Pelecehan Seksual ke 27 Korban