Suara.com - Sistem respon wabah penyakit melalui kode warna (DORSCON) Singapura menaikkan kode warna untuk level wabah virus corona dari kuning menjadi oranye.
Dengan begitu, pemerintah Singapura akan segera menangguhkan segala kegiatan sekolah hingga musim liburan akhir Maret 2020.
Kata Kementerian Kesehatan Singapura, penghentian kegiatan sekolah tersebut termasuk masuk kelas, study tour hingga kegiatan eksternal sekolah lainnya.
"Saya mengerti bahwa orang Singapura cemas, khawatir dan ada banyak hal yang belum kita ketahui tentang virus ini. Informasi baru muncul setiap hari, ini mungkin membutuhkan waktu untuk diselesaikan, mungkin berbulan-bulan, hidup tidak bisa terhenti, tetapi kita harus mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan dan melanjutkan hidup. Kami akan melakukan yang terbaik untuk mengatasi situasi dan menjaga keamanan warga Singapura," kata Menteri Kesehatan Singapura, Gan Kim Yong seperti dikutip dari channelnewsasia.com.
Sistem kode warna memiliki macam kategori mulai dari Hijau, kode warna yang paling aman, hingga Kuning, Oranye dan Merah untuk yang paling berbahaya.
Saat ini, kode warna status wabah virus corona telah naik dari Kuning menjadi Oranye atau jingga. Warna oranye berarti penyakit ini dianggap parah dan menyebar dengan mudah dari orang ke orang, meski belum menyebar luas.
"Ini bukan pertama kalinya kami benar-benar mengubah tingkat DORSCON kami dan mencapai DORSCON Oranye. Pada kesempatan sebelumnya (sehubungan dengan wabah influenza H1N1 yang sebenarnya terjadi di banyak negara di dunia, kami telah melakukan hal yang sama juga," kata Associate Professor Kenneth Mak, seorang direktur pelayanan kesehatan medis, Depkes Singapura.
Dia menambahkan: "Karena kami memiliki pemahaman yang lebih baik tentang penyakit dan menyadari bahwa sebenarnya, perilakunya sangat mirip dengan bentuk lain dari influenza, itu memberi kami kesempatan untuk menilai kembali risiko yang terkait dengan infeksi ini pada populasi kami dan kemudian turunkan DORSCON kita sesuai, dan kemudian akhirnya kembali normal."
Pengumuman ini mengikuti konfirmasi adanya tiga kasus baru positif infeksi virus corona di Singapura pada Jumat (7/2/2020), yang semuanya tidak memiliki tautan ke kasus-kasus sebelumnya seperti bepergian ke daratan China.
Baca Juga: Cegah Virus Corona, Pemerintah Kirim 20.000 Masker untuk WNI di Hong Kong
Tiga kasus baru tersebut membuat jumlah total kasus yang terkonfirmasi virus corona di Singapura menjadi 33 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat
-
Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran
-
Jadwal Lengkap Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow Tol Arus Balik Lebaran 2026
-
Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?
-
8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran
-
7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel
-
7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Anak Usia 12 Tahun yang Aman
-
10 Sepatu Adidas Diskon di Sneakers Dept, Seri Samba Jadi Ratusan Ribu Rupiah
-
Tak Banyak yang Tahu! Diam-diam Spons Cuci Piring Melepaskan Mikroplastik: Adakah Solusinya?