Suara.com - Meningkatnya kasus positif virus corona membuat pemerintah mengimbau diberlakukannya social distancing. Imbasnya, banyak acara-acara yang melibatkan orang banyak dan ramai harus dibatalkan atau diundur, serta beberapa tempat publik harus ditutup sementara.
Terkait imbauan tersebut, Goethe-Institut mengeluarkan pernyataan resmi untuk menutup lokasi sejak 15 Maret hingga 29 Maret 2020 nanti.
Goethe-Institut juga telah menghentikan aktivitas kursus untuk sementara waktu. Beberapa kegiatan program acara termasuk Digital Discourses, Alur Bunyi, dan panel diskusi bertajuk “Memicu Perubahan dan Huru-Hara: Manifesto Seni di Indonesia“ yang sedianya akan dilaksanakan bulan ini juga ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut.
"Kondisi kesehatan para tamu dan peserta kursus merupakan hal penting bagi kami," demikian tulis rilis resmi seperti dikutip Suara.com pada Senin (16/3/2020).
Pemerintah baru-baru ini mengkonfirmasi tambahan 17 pasien positif di Indonesia, membuat jumlah totalnya menjadi 134 kasus.
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan tidak ada tambahan kasus meninggal dunia, dan jumlahnya masih sama dengan hari kemarin yakni 5 kasus.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam keterangan pers yang disampaikannya pada Minggu (15/3/2020) lalu mengatakan imbauan soal social distancing atau membatasi aktivitas sosial, dan banyak berdiam diri di rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan