Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 06 Juni 2020 | 09:22 WIB
Ilustasi olahraga di gym. (Shutterstock)

"Selama latihan, harus ada kapasitas untuk menjaga jarak sosial, atau semacam penghalang antar peralatan untuk membantu mengurangi risiko penyebaran dari seseorang yang tidak menunjukkan gejala," kata Cawcutt.

4. Patuhi batas jumlah peserta di setiap kelas

Cawcutt sangat menyarankan gym untuk membatasi jumlah member-nya dalam satu waktu. Bench-Lahrssen juga memikirkan taktik ini, dan mengatakan studionya akan mengizinkan enam siswa per kelas, dengan maksimum delapan orang di studio pada suatu waktu.

“Akan ada jarak 20 menit antar kelas,” tambahnya, mencatat bahwa beberapa kelas mungkin akan diadakan di luar untuk menghindari pertemuan di lorong dan area umum. Jadi, pastikan Anda mematuhi aturan mengenai batas jumlah peserta ini, ya.

5. Sedia masker

Dipastikan, para staf di gym akan diwajibkan untuk memakai masker. Untuk para member gym, meski mungkin tak diwajibkan, tak ada salahnya Anda berjaga-jaga dengan membawa masker sendiri.

Masker dapat bertindak sebagai perlindungan tambahan bagi pemakainya dan siapa pun yang berinteraksi dengan mereka.

6. Jangan datang ke gym jika...

Seperti halnya area publik lainnya, gym dan pusat kebugaran mungkin akan memeriksa suhu semua orang yang akan masuk ke lokasi sebagai langkah skrining gejala Covid-19.

Baca Juga: Bosan Olahraga di Rumah, Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Kembali ke Gym?

Tapi, penting juga bagi Anda untuk menyadari untuk tidak datang ke gym jika merasa diri Anda sakit, misalnya mengalami demam.

Dworkin juga mencatat bahwa beberapa orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu juga sebaiknya menghindari ke gym untuk saat ini.

"Jika seseorang memiliki kondisi berisiko tinggi, jarak sosial sangat penting dan mereka harus mempertimbangkan berolahraga di rumah atau di luar daripada mempertaruhkan kontak dengan orang-orang di gym," katanya.

Load More