Lifestyle / Food & Travel
Sabtu, 06 Juni 2020 | 14:15 WIB
Wamenparekraf/Wabarerkraf, Angela Tanoesoedibjo, saat membuka Webinar Series 3, Jumat (5/6/2020). (Dok : Kemenparekraf)

Pada kesempatan yang sama, Cok Ace menjelaskan, pada 2019, Bali menyumbang 6,3 juta wisman, dengan asal wisman tertinggi secara berurutan adalah Australia, China, India, Eropa, dan Amerika. Para wisatawan yang datang ke Bali memiliki minat daya tarik wisata yang beragam, dimana minat terhadap daya tarik wisata budaya sebesar 65 persen, alam 30 persen, dan wisata buatan 5 persen.

Aturan protokol kesehatan Bali Paragon Resort Hotel. (Dok : Kemenparekraf)

Angela kembali menekankan, Bali merupakan salah satu gerbang utama serta ikon dari pariwisata Indonesia di mata dunia yang turut mengalami dampak dari pandemi Covid-19. Namun ia optimistis, sektor pariwisata di Bali akan cepat bangkit, mengingat kesungguhan yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Bali dan pemangku kepentingan, serta para industri pariwisata untuk bahu-membahu membangkitkan pariwisata Bali.

Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, setiap pemerintah daerah lain juga harus memperhatikan betul kondisi laju penyebaran Covid-19 di daerahnya dalam pembukaan destinasi wisatanya.

“Saya optimistis, Bali akan kembali bangkit, khususnya dalam upaya membangkitkan industri pariwisata Bali. Selain adanya penerapan protokol yang baik oleh para pelaku industri, dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perwakilan Indonesia di luar negeri, media, dan seluruh stakeholder lainnya,” katanya.

Ilustrasi pemberlakuan tatanan baru dalam bidang pariwisata. (Dok : Kemenparekraf)

Load More